Halaman

3 Hal yang Diperlukan Pemasar dan Pembangun Jaringan

Dalam industri pemasar dan atau pembangun jaringan, aku memperhatikan 3 poin penting untuk mencapai kesuksesan. Yaitu:
  1. Daftar nama yang tak pernah usai
  2. Narasi pamungkas 3 menit closing/ prospek tertarik membeli atau bekerjasama
  3. Wadah rejeki yang kian besar/ tanpa mental block penghalang closing
Maka aku dan tim mengembangkan sebuah paket program untuk menjawab semua kebutuhan tersebut, namanya: JagoanClosing.com
 
Semoga Bermanfaat


Penyampai Pesan

Saat kita berbicara panjang lebaar kepada seseorang, ada banyak hal yang bisa terjadi dari sisi kita:
  1. Kita tahu apa yang pendengar butuhkan dan kita menyampaikan apa yang kita rasa pendengar butuhkan
  2. Kita tahu apa yang pendengar butuhkan dan kita tidak punya jawabannya namun kita terus berbicara agar kita tampak paham dan berbicara memberikan jawaban sepanjang lebar mungkin sehingga pendengar merasa terlalu bodoh kok ga paham-paham, hehe
  3. Kita tahu apa yang pendengar butuhkan dan kita akui kita tidak tahu jawabannya 
  4. Kita merasa tahu apa yang pendengar butuhkan dan kita terus berbicara dan pendengar manggut-manggut demi menghormati kita saja padahal jawaban-jawaban kita bukan yang mereka butuhkan
  5. Kita merasa tahu apa yang pendengar butuhkan dan kita sadar kita tidak mampu berbicara di tema itu dan kita mengakuinya
  6. Kita tidak tahu apa yang benar-benar pendengar butuhkan
  7. Dan lain sebagainya
Saat pendengar mendengarkan kita berbicara bisa jadi ini yang terjadi:
  1. Jawaban kita tepat, dan pendengar bisa memahaminya namun tidak termotivasi untuk take action
  2. Jawaban kita tepat, dan pendengar bisa memahaminya dan termotivasi untuk segera take action
  3. Jawaban kita tepat namun pendengar tidak mampu menerima ketepatan solusi yang kita tawarkan 
  4. Jawaban kita tidak tepat namun pendengar merasa jawaban kita tepat
  5. Entah jawaban kita tepat atau tidak tepat, pendengar manggut-manggut agar tampak mengikuti pembicaraan kita
  6. Pendengar ketiduran
  7. Dan lain sebagainya
Aku menemukan benang merah di beberapa kejadian dahulu, beberapa waktu sebelumnya, kemaren, saat ini dan perkiraan di masa depan; oleh berbagai orang-orang bijak, kejadian-kejadian yang bisa dicerna dan diambil hikmahnya bahwa: aku ini tempat bertanya.


Yohan Wibisono
Pada suatu hari

Mojokerto Solo untuk Kelas Terapi Pikiran Bahagia Offline Perdana

Ada rasa berlebihan untuk terus bercerita. Berbagi. Mungkin kebutuhan untuk cari muka yang cukup tinggi.

Menemukan diri melihat pertumbuhan orang-orang yang dulu pernah datang dan bertanya, lalu jawaban-jawaban yang pernah terlontar ternyata mampu meningkatkan kualitas hidup mereka; hal itu jadi candu tersendiri bagiku. Lebih enak dari rokok mentol.

Kebetulan kami sedang berusaha mengambil alih perhatian langit bumi dengan terus berbagi, maka salah satunya perjalanan pagi ini; otw Solo. 

Istriku bilang, kamu terlalu sering berusaha bantuin orang lain sampai urusanmu yang jadi kewajibanmu: terbengkalai. Duh Gusti, biar Engkau yang merapikannya.


Yohan Wibisono 
Pada suatu hari

Penerapan Teori Permainan dalam Bisnis Milenial


Bisnis bisa jadi permainan. Permainan yang disadari bahwa ada yang menang, ada yang kalah, ada yang sama-sama kalah, dan ada yang sama-sama menang. Aku berharap banyak mengembangkan sebuah perusahaan atau mendiami sebuah bisnis yang berorientasi sama-sama menang.

Dalam sebuah permainan yang tidak mungkin kamu bakal memenangkannya, maka aturan mainnya perlu diganti. Tidak perlu membangun hotel lebih besar, namun serahkan sama urusan kamar-kamar itu pada setiap orang yang memiliki kamar dan mau menyewakannya seperti pada bisnis Air BNB.

Suara-suara yang tak terdengar, saat terakumulasi dan bergerak; bisa jadi suatu saat nanti bukan tandinganmu lagi. Terkontrol tanpa merasa dikontrol.
 

Yohan Wibisono
Pada suatu hari

Bro, Biaya Desainmu Mahal... | Cara Menjawab Keberatan Konsumen

Bro, Biaya Desainmu Mahal...
  1. Dibandingkan dengan apa?
  2. Kamu butuh perumahanmu cepat laku? Rata-rata perumahanmu sold out berapa lama? Aku garansi laku 6 bulan lebih cepat
  3. Aku kasih pemasaran/ brand/ 100 prospek pertama
  4. Keuntungan 1 unit rumah itu 100 juta, harga desainku wajar jika kamu mau main berkelas
  5. Timku arsitek merangkap pembangun. Desainku garansi bisa bangun
  6. Aku juga punya perumahan, aku tahu desain perumahan yang cepat sold out
  7. Pada akhirnya nanti kamu bukan hanya butuh desain dariku. Kamu akan butuh bantuan pemasaran, perijinan, dan berbagai pengalaman lain menjual perumahan cepat laku
  8. ...

Yohan Wibisono
Pada suatu hari

Jika Panca Indera Kita Tidak Mampu Menangkapnya, Bukan Berarti Hal Itu Tidak Ada

Jika Panca Indera Kita Tidak Mampu Menangkapnya, Bukan Berarti Hal Itu Tidak Ada


Jika Akal Kita Tidak Mampu Menangkapnya, Bukan Berarti Hal Itu Tidak Ada. Besar dan dianggap besar itu dua hal yang berbeda. Besar namun orang-orang tak mampu menangkap kebesarannya, itu juga bukan berarti tidak besar. Sudah dianggap besar namun bersikap kekanak-kanakan itu juga hal yang lain lagi.

Beberapa waktu yang lalu ada laporan masuk: 
"Ada anak keuangan yang sikapnya tidak disukai oleh anak-anak divisi lain. Karena dia melakukan ini dan itu..."

Umumnya orang akan terpengaruh untuk menilai perihal anak keuangan. Tapi para bos perusahaan malah suka dengan berita itu.
"Biar aja, bagus itu, maka anak-anak divisi manapun tidak akan kongkalikong dengan anak divisi keuangan tersebut"

Ketika kita jengkel sama seseorang, lalu kita berkumpul dan berdiskusi dengan orang-orang yang sama-sama sedang jengkel pada orang tersebut; ehm, eh, dan faktanya orang tersebut semakin tumbuh berkelimpahan dan terus berbagi...; mungkin ada yang salah pada diri kita jika tujuan kita menjadi kita yang lebih baik.

Pohon diatas aku foto tadi pagi, saat acara grand opening Green Garden Lamongan. Pohon dari kejauhan perumahanku.


Yohan Wibisono
Pada suatu hari

Sekarang Trendnya Jualan Solusi, Bukan Sekedar Jualan Barang atau Jasa

Sekarang Trendnya Jualan Solusi, Bukan Sekedar Jualan Barang atau Jasa

Apa yang kamu perjuangkan saat ini? Ini perihal yang kamu lakukan dari pagi sampai pagi lagi mungkin. Yang pikiranmu bawa kemana-mana sementara kamu ada dimana-mana. 
Kalau sekedar bagaimana cara membuat dirimu tambah kaya, sepertinya ga banyak yang mendukung. Tapi kalau bagaimana supaya semua orang menjadi kaya, bisa jadi banyak yang mendukung.

Sebagai figur semua orang, pemimpin harus bisa menunjukkan bahwa dia bukan hanya peduli akan peningkatan kekayaannya, namun peduli akan kesejahteraan semua orang yang menganggapnya sebagai pemimpin. Jika dia butuh kejutan demi kejutan pencapaian lebih banyak.

Ada beberapa orang sukses dengan menjual sesuatu yang dia suka. Ada beberapa lain sukses dengan menjual sesuatu yang dia tidak suka namun dia tahu bahwa apa yang dia jual itu banyak yang suka. Aku ga yakin semua pendiri pabrik rokok adalah seorang perokok aktif.

Solusi apa yang kamu tawarkan? Apakah solusimu lebih baik daripada solusi kompetitormu? Apakah orang-orang yang membutuhkan solusimu tahu bahwa kamu ada?


Yohan Wibisono
Pada suatu hari 

Ilmu Afirmasi

Ilmu Afirmasi

Dulu setiap aku ditanya orang perihal apa inginku, aku selalu menjawab: bisnis triliun. Dan Alhamdulillah kini aku berada di bisnis triliunan. Maksudnya bosku dapat triliunan, aku didalamnya, jadi penonton. #Kidding

Dulu saat tempat tinggal kami di apartemen dan sekolah anak-anak kami cukup merepotkan kami untuk antar jemput setiap harinya. Kami berharap punya rumah dekat sekolah anak-anak kami. Dan pada saat kami menemukan rumah idaman kami didepan sekolah dan masjid, wah kami kegirangan dan berusaha mengafirmasikannya. Kami berharap rumah tersebut segera dijual.

Dan Alhamdulillah beberapa waktu kemudian terpasang didepan pagar rumah idaman kami tersebut sebuah tulisan: Rumah Dijual, berikut dengan nomor telpon untuk menghubungi pemilik rumah.

Tapi kami lupa berdoa/ afirmasi bahwa kami punya kapasitas untuk membeli rumah itu. Ya akhirnya kami tidak bisa memiliki rumah itu.

Dalam afirmasi, terlalu berprasangka baik bahwa 'semesta' paham benar dengan maksud kita itu kayaknya kurang pas. Narasi dan feel kita memang benar-benar harus pas. Jenis 'semesta' ini kayaknya beda banget sama Tuhan yang Maha Tahu dan Paham segalanya.

Semenjak itu aku jarang berkomunikasi sama 'semesta' atau 'vibrasi' yang dimaksud oleh orang-orang itu. Aku ngobrol langsung sama yang paling Maha Mudheng atas segalanya walau bicaraku tertatih-tatih ga jelas. Aku percaya DIA PAHAM BENER.


Yohan Wibisono
Pada suatu hari

Semua Orang Memiliki Cerita untuk Diceritakan dan Ingin Didengarkan. Maka Dengarkan

Semua Orang Memiliki Cerita untuk Diceritakan dan Ingin Didengarkan. Maka Dengarkan

X: Bro, aku perlu ini untuk itu... 
Y: Kamu loh ga berperan disini

Hari itu perusahaan kehilangan potensi income 400 miliar tambahan. 

Beberapa luka batin yang kita tidak sadari membuat kita menjadi 'unik' dimata orang-orang. Karena tindakan kita menjadi tidak umum dan tidak masuk akal.

Aku pernah memarahi seseorang, bahkan aku pernah mengatur sedemikian rupa agar semua orang patuh padaku. Efeknya adalah semuanya berjalan baik-baik saja dan aku mendapatkan yang aku mau. 

Sebaliknya yang tidak aku dapatkan adalah potensi dan kemampuan terbaik orang-orangku tak pernah mereka keluarkan. Mereka main aman. Jadi saat mereka punya kontribusi 100 miliar mungkin, mereka hanya keluarkan standar yang dibutuhkan perusahaan untuk tetap gajian aman, 7 miliar misalnya.

Beberapa orang dianugerahi menjadi pemimpin. Beberapa yang lain dianugerahi menjadi pengikut. Pemimpin yang hebat tanpa pengikut yang hebat, mungkin tidak akan pernah kemana-mana. 


Yohan Wibisono
Pada suatu hari

Tindakan Baik dan Tindakan Benar

"Dia selingkuh Pak, sudah sejak beberapa tahun yang lalu"
  • "Ada buktinya?" tanyaku
"Ada"
  • "Lalu kenapa hak asuh anak-anak dipegang dia (setelah perceraian)?" tanyaku lagi
"Ya saya tidak tunjukkan bukti bahwa dia selingkuh, kasihan anak-anak kalau tahu ibunya tidur dengan laki-laki lain"
  • "Tapi sekarang anak-anak tidak bisa Bapak temui?"
Dia diam. 
Laki-laki ini sudah cukup lama menahan kerinduan untuk bertemu dengan anak-anaknya. Mantan istrinya menghalanginya.

Tindakan dia baik pada saat itu. Masih tetap berusaha menjaga nama baik ibu dari anak-anaknya. Tapi bukan keadaan ini yang dia sangka akan terjadi. Tidak bisa menjumpai anak-anaknya.

"Pak, sekali-kali, cobalah bertindak benar; bukan sekedar berusaha menjadi orang baik" pesanku
...

Banyak kita lihat di infotainment perihal sepasang artis yang sedang dimabuk asmara diwawancarai awak media yang sedang butuh berita garing dengan mengajukan pertanyaan garing: "Kenapa kamu memilih dia sebagai pasanganmu?"

Dijawablah kegaringan itu dengan jawaban garing: "Karena dia baik sama aku"

Skip skip skip

Akhirnya mereka menikah

Skip skip skip

Akhirnya mereka bercerai, saling tuntut, saling sindir-hujat di media, buka aib, dan lain sebagainya
...

Saat pacaran berperan untuk menjadi pacar yang baik adalah mudah. Tapi saat menikah, mengambil tanggung jawab kehidupan berumah tangga adalah pelajaran seumur hidup. Tidak cukup hanya menjadi orang baik. Butuh banyak sikap dan tindakan benar dalam berumah tangga.

Bijaksana salah satunya adalah paham kapan harus bertindak baik dan kapan harus bertindak benar.


Yohan Wibisono
Pada suatu hari

Senja

Senja

Senja berkontribusi pada setiap waktunya. Beberapa orang merasakannya. Beberapa yang lain tidak merasakannya. Jika orang-orang itu tidak merasakannya, bukan berarti senja tidak berkontribusi pada waktunya.

Aku merindukan waktu diantara senja yang aku bisa diam merasakan waktu diantara senja tanpa terdistorsi urusan-urusan keinginan orang terhadapku. Aku berharap banyak bisa mensyukuri melebihi kemampuanku saat ini untuk mensyukuri. Seperti ketika angin pongah tersesat didalam botol minuman kosong, terjebak disitu aku bisa memanfaatkan waktunya untuk ngobrol sesaat karena dia sedang terjebak disitu; atau tindakan-tindakan lain yang mencerminkan aku hidup, berkesadaran, ada saat ini, terlibat disaat ini, sedang diperhatikan penuh, tidak harus bahagia, tidak sedang terburu-buru atau diburu sesuatu, ...

Menjadi ada dan menyadari betapa aku jatuh cinta dengan anak-anakku. Perasaan bahagia bercampur cemas something bad happen dan percaya something good always happen. Dan seseorang dulu pernah berkata: "Rasa cintanya Rasulullah itu kepada umatnya melebihi rasa cinta ibumu" atau bisa jadi ingatanku kurang bagus yang benar adalah "Rasa cinta penciptamu melebihi rasa cinta ibumu terhadap kamu" - Jujur, aku berusaha mengumpulkan kesadaran atas hal ini secara berkesinambungan sepanjang waktu.

Rasa dicintai itu membuat kita menjadi kuat. Kamu melakukan banyak ritual tanpa rasa sadar bahwa kamu sangat dicintai itu berbeda rasanya dengan kamu lakukan ritual itu hanya karena takut masuk neraka yang mungkin ga ada tembakau disana. Apinya ada, tapi ga bakal ada rokok disana.

Bayi-bayi dan anak-anakku memiliki kapasitas untuk tidur pagi dan mereka selalu memaksimalkan kapasitas itu. Membuat kami (aku dan istriku) ikut terseret kebiasaan itu. Walau kami tak sejago bayi-bayi dan anak-anakku. 
Dengan alasan besok pagi berangkat ke kantor, istriku mengijinkanku tidur duluan. Akhirnya seperti saat ini saat mereka semua tidur aku punya waktu untuk menulis dan memikirkan banyak hal. Membangun kesadaran.

Sama seperti keputusan untuk pindah ke Mojokerto dari Surabaya agar biaya hidup lebih irit. Perjalanan panjang setiap pagi berangkat ke kantor dan pulangnya mengijinkanku untuk memikirkan banyak hal. Senja biasanya menemaniku saat itu.


Yohan Wibisono
Pada suatu hari

Perjuangan Membaca Buku | Bangkrut | Kontribusi

Perjuangan Membaca Buku | Bangkrut | Kontribusi

Membaca buku adalah sebuah perjuangan tersendiri. 
  • Apalagi dulu sesaat setelah aku bangkrut untuk kesekian kalinya, ayahku berkata: "Buat apa baca semua buku sebanyak itu, dzikiran saja"
  • Apalagi setelah kebangkrutan itu aku baca sebuah buku yang tampaknya pernah aku baca dan disana terpapar jelas tulisan kesalahan-kesalahan yang aku lakukan sehingga aku menjadi bangkrut dan aku sadar aku pernah membacanya di beberapa waktu sebelumnya; dan aku sama sekali lupa peringatan kesalahan tersebut sehingga aku melakukannya. Dan bangkrut.
Menjadi bangkrut mungkin adalah episode penting yang terjadi dalam hidupku sehingga sebegitu segala sesuatu yang diperlukan untuk tidak menjadi bangkrut sudah kusiapkan (termasuk membaca buku anti bangkrut) tapi tetap saja bangkrut.

Kemaren dulu temanku dihujat dan diusir oleh temanku yang lain. Aku tercengang mendengarnya. Temanku yang terusir sangat marah. Lalu dia memutuskan untuk melampiaskannya dengan mencoba hal baru. Aku mengarahkannya untuk belajar berdamai dengan kenyataan dengan fokus pada satu hal. Fokus pada zat yang menciptakan paru-paru, jantung, darah, otak, dan mengijinkan semua kejadian yang terjadi.

Tiba-tiba temanku itu masuk Islam. Minta dibantu syahadat. Aku tuntut syahadat dengan saksi istri dan kontraktorku. Di rumah.

Tindakan menghujat dan mengusir yang awalnya aku anggap sebagai tindakan negatif, kini aku anggap sebagai tindakan positif. Hahaha...

Jadi bangkrutku beberapa kali menyadarkanku aku lemah pada urusan manajemen. Urusan yang bosku sangat jago dalam mengurusnya. Aku bisa menjual produk 500ribu terjual 50juta dan sama-sama untung serta bahagia antara penjual dan pembeli; namun manajemen perusahaan itu bukan rezekiku. Atas kejadian dan kesadaran itu aku ada disini.

Bisa jadi bangkrutku dulu itu adalah rezekiku hari ini. Yang membawaku keliling negara-negara, berkontribusi di puluhan ribu member (ini dunia pekerjaan yang paling aku sukai), dan bisa tetap berpenghasilan baik di masa pandemi.

Jadi buat apa aku membaca buku sebanyak itu jika suka-suka DIA untuk menghapusnya dalam ingatanku atau membiarkanku mengintepretasikan berbeda atau tidak menjamin bahwa aku bakal mencapai tujuan-tujuan atau hal-hal lainnya yang tampaknya bukan hal yang menyenangkan?

Mungkin karena itu kata pertama yang diucapkan Malaikat Jibril saat memeluk Rasulullah SAW. 
Mungkin juga karena aku merasa aku menyukai membaca buku padahal aku cuma suka membeli buku.

Ini bukan tentang hasil, ini tentang ikhtiar. Bahwa salah satu usaha aku menjemput RidhoNya dengan membaca dan berkontribusi.
Karena kita tidak pernah tahu akhir ceritanya.
Hal-hal baik yang kita lakukan jika belum ditampakkan hasil baiknya bukan berarti hal-hal baik itu tindakan tidak baik.


Yohan Wibisono
Pada suatu hari

Solusi Seharusnya Praktis dan Bisa Dilakukan Oleh Siapa Saja

Solusi Seharusnya Praktis dan Bisa Dilakukan Oleh Siapa Saja

Atau ide besar dalam sebuah perusahaan bahwa entah bagaimana caranya pokoknya (setiap) admin (pun) bisa menghasilkan transaksi miliaran. 

Kalau ditemukan sebuah cara, yaitu 3 langkah sederhana yang bisa dilakukan oleh siapa saja untuk besok pagi rekening perusahaan bertambah 1 triliun; pasti banyak yang antri pengen ilmunya.

Pertanyaan harus cukup sederhana, perihal solusinya tidak sederhana gapapa, untuk sementara. Untuk sesaat kemudian disederhanakan.

Sering setiap aku ditawari kopi sama pelayan pada sebuah kafe, "Pak mau pesan kopi apa?"
Aku jawab: "Kopi apa yang ketika saya minum sekarang, besok saya dapat 2 miliar"

Atau pelayan Indomaret yang setiap selesai menyelesaikan transaksi lalu bertanya: "Ada lagi Pak yang bisa saya bantu?" (kira-kira gitu ngomongnya)
Aku jawab: "Ada, doakan semua lancar hari ini"

Atau setiap pemotong rambut yang hendak memotong rambutku selalu bertanya "Minta model rabut seperti apa?" dan kujawab "Model rambut yang setiap orang melihatnya langsung ngasih aku uang dua juta"

Kalau pertanyaan-pertanyaan itu tidak membuat Anda menolak untuk memikirkannya, bisa jadi Anda bisa menjawab kebutuhan perusahaan Anda untuk meningkatkan omset dua kali lipat dalam 30 hari misalnya.

Aku sering tertantang untuk memikirkannya, cuma aku ga pernah tertantang untuk menceritakan kepada orang-orang jawabannya. Karena tidak semua orang yang kuceritakan caranya, tidak semua berkenan untuk berbagi.

Kalau partnermu berkata, "Ayo Bro bagaimana caranya meningkatkan omset?" tapi yang masuk ke benakmu adalah "Ayo Bro pikirkan atau lakukan bagaimana caranya supaya aku tambah kaya?"
Tentu otak dan tubuhmu enggan bergerak.


Yohan Wibisono
Pada suatu hari