Sejak 20 02 2022

"Sejak 20 02 2022 tulisan-tulisan dalam blog ini merupakan pacuan untuk diri saya sendiri. Ditulis khususnya untuk mengingatkan diri sendiri."

Saturday, March 12, 2022

Bro, Bangun KERAJAANmu, bukan Kerjaan-Kerjaan

Sepagian ini Adi datang. Kemaren ia menyatakan akan datang dan ia memenuhinya. Bawa oleh-oleh seperti biasa. Khas orang lokal saat berkunjung ke temannya. Dan kali ini dia bawa pisang.

Aku sedang duduk di ruang tamu. Mendengar sepeda motornya datang. Dan beranjak bangun mempersilahkan masuk. Lalu aku menuju lemari tempat aku menyimpan tembakauku. Aku tahu Adi tidak merokok, tapi menemaninya sambil merokok tampaknya lebih enak.

Jadi beberapa waktu lalu aku mengajaknya develop something. Bangun toko yang berisi produk-produknya lalu mengundang 1000 orang perhari untuk berkunjung dan berharap dari kunjungan itu mereka belanja. Adi datang dalam rangka mengamini itu. Membawa beberapa produk sebagai contoh dagangannya.

"Mengko, waktu hasil, bagi hasil 70:30. Sampeyan transfer wae profit e nang Tika (istriku)"

"Dari profit bersih atau profit kotor mas?"

"Ya profit bersih lah"

"Siap"

Tiba-tiba terinspirasi dari pagi ini kutuliskan di sosmedku: Ayo Bangun Kerajaan, bukan Kerjaan.

Dia pulang

Lalu kusiapkan amunisi


Duh

Berjalan di banyak kehidupan dan kesempatan. Menemukanmu tumbuh sedemikian rupa. Menjadi diri dan kenangan-kenangan yang membalut. Maaf aku pernah dan mungkin sering mengecewakanmu. Aku membawamu dalam angan dan hal-hal yang fana. Tidak abadi. Di waktu yang terbatas ini.

Aku mencoba tumbuh. Lalu lalai. Lalu menemukanku sedang lalai. Lalu mencoba sadar. Berbenah dan membangun ulang. Begitu berulang hingga waktu menyerap 43 tahunku ini. Duh. Betapa banyak hal berlalu tanpa kesadaran. Hanya tujuan-tujuan yang berubah. Komitmen tercatat sesaat lalu terlupakan.

Duh. Terima kasih atas kesabaranmu menunggu dan ikut aku kesana-kemari. Mencari-cari dan mengais. Duh. Apakah memang peran kita cuma ini?