Sejak 20 02 2022

"Sejak 20 02 2022 tulisan-tulisan dalam blog ini merupakan pacuan untuk diri saya sendiri. Ditulis khususnya untuk mengingatkan diri sendiri."

Sunday, February 20, 2022

Biar Enak Rokok'an

Bro, biar enak rokok'an, cobalah olahraga. Seperti waktu-waktu itu. Saat kamu termotivasi keliling beberapa komplek perumahan di Banyuwangi demi tampak keren didepan perempuan kakak kelasmu itu yang rutin olahraga didepan rumahnya. Dan dia menghitung kamu berlari berapa putaran beberapa komplek perumahan.

Bro, beneran dengan olahraga, rokok'an jadi lebih enak. Lebih dalam gitu. Lebih menghayati. Seperti perokok-perokok sejati dari generasi ke generasi.

Seusia kita ini,


Yohan Wibisono


Pada suatu hari

Cuma Ingin Ngopi

Bro, aku cuma ingin ngopi denganmu. 

...

Kita bisa duduk, diam, dan berdiskusi dengan pikiran kita masing-masing. Membicarakan diri kita, diri kamu, dan diriku. Dalam hening yang beberapa daun menyapa bersama angin. 

Bro, aku tampak kelelahanmu sedang kamu terus mencoba mencari jawaban disana atau di mereka-mereka. Sedang engkau sesungguhnya bisa mendiskusikannya denganku. Sepanjang waktu yang kamu punya denganku.

Bro, mencintaimu adalah ibadah. Seumur hidupku. Biarkan aku ngopi denganmu. Aku cuma ingin ngopi denganmu.


Yohan Wibisono


Pada suatu hati, bukan hari

(Belomba-Lombalah) Mengembangkan Tindakan-Tindakan Baik Harian

Bro, "bertindaklah binal" ; seperti yang pernah kau tulis pada masa itu. Sudah tidak diperlukan lagi. Bahkan untuk tujuanmu yang baru. Bertemu dengan Tuhanmu.

Keresahanmu dalam beberapa hari ini, pencarian jawaban yang kamu butuhkan, tingkatan-tingakatan yang perlu kamu daki; sepertinya usailah kegiatan-kegiatan fanamu itu. Sudah waktunya.

Sudah waktunya kau kembangkan kebiasaan-kebiasaan baik, setiap hari, mengingat usiamu juga belum tentu sampai nanti sore. 

Sebenarnya jika kau mau sedikit berpikir, merenung kejadian-kejadian, semua sudah mengarah pada satu; atau tanda-tanda menunjukkan bahwa; tampak jelas bahwa cinta dan sayang semesta padamu tak pernah surut. Bagaimana mereka selalu memberi tanda-tanda dan kuasa. Lihatlah kebiasaan anak-anakmu yang selalu memaksamu tidur malam atau pagi. Bukankah itu isyarat bahwa sebaiknya pun kamu menemani mereka. Dengan bermunajat. Bercengkerama dengan penciptamu.

Bro, seperti yang pernah kamu tulis sekali lagi. "Tak ada luka yang tak pernah usai, tak ada luka yang tak tersembuhkan". Kamu sudah sembuh Bro. Waktunya bangun dan berlomba-lomba dimenuju duniamu. Mereka-mereka yang tampak hingar bingar mencari perhatian di sosmed bukan lah tujuan, betapa kesepian mereka coba hindari dengan masuk ke keramaian, mencari kemanjaan pujian dengan postingan-postingan wah. Bro, bukan kah bukan itu?

Lukamu sudah usai, berbenahlah, sebentar kita berangkat
 


Yohan Wibisono


Pada Suatu Hari