Sejak 20 02 2022

"Sejak 20 02 2022 tulisan-tulisan dalam blog ini merupakan pacuan untuk diri saya sendiri. Ditulis khususnya untuk mengingatkan diri sendiri."

Friday, August 13, 2021

Tiba-Tiba Menjadi KONSULTAN PERUMAHAN Agar Cepat Laku

Tiba-Tiba Menjadi KONSULTAN PERUMAHAN Agar Cepat Laku
  • Mas, kami sedang mempertimbangkan bahwa sampeyan masuk ke dalam tim atau jadi konsultan perumahan kami saja. 
  • Ku: Ya monggo diatur saja. Segera ambil keputusan.
  • Nanti malam kami meetingkan zoom bersama tim.
Esoknya
  • Mas, sampeyan jadi konsultan perumahan kami saja.
  • Ku:   Oke.
...
Group WA:
  • Ku: Karena namanya berbau 'taman hijau', maka fasum dibangun dengan banyak taman hijau saja
  • Tapi disini minim air mas
  • Ku: Bangun sumur air agak susah ya?
  • Agak asin airnya
  • Ku: Ga bisa dipakai untuk siram tanaman?
  • Hmm kayae mati kalau asin
Lalu aku buka google cari jasa taman di kota itu dan menunjukkan pada mereka
  • Ku: Serahkan saja pada ahlinya
  • Hehe... 👌
  • Siap
Beberapa kesuksesan pekerjaan itu bukan tentang keahlian. Tapi itikad baik semua orang yang terlibat didalamnya. Sama-sama niat baik, keajaiban-keajaiban muncul.
...
  • Mas, aku ada perumahan 10 ha di Driyorejo minta dikerjakan?
  • Mas, mertuaku ada perumahan di Gresik dan Sidoarjo lagi mangkrak minta bantuan untuk diakusisi...
  • Mas...
...
  • Ku: Bro, aku ada teman mualaf lagi butuh kerjaan, lowongan yang kemaren masih ada?
  • Sudah ada yang isi Mas
  • Ku: Kalau dia bantu jualan ditempatmu, ga usah kamu gaji, aku yang back up iklan dia, bisa?
  • Bisa mas
  • Ku: Oke kapan bisa ketemu? Aku ajak dia
...
  • Ku: Bro, beli rumahmu dapat bonus produkku bisa? 


Yohan Wibisono
Pada suatu hari


NB: Gambar terlampir adalah perumahan Batu-Malang yang aku bukan konsultannya, cuma jasa desain

Kemas dan Sajikan Seolah-Olah Produk Anda Terbaik Sedunia


Kemas dan Sajikan Seolah-Olah Produk Anda Terbaik Sedunia

Ini adalah tulisan yang mampu aku tulis namun tidak mampu aku praktikkan. Karena produk pertama adalah diri kita sendiri sebelum kita menawarkan produk atau pun jasa. Sedang aku sendiri tidak selalu berpenampilan 'kelas dunia'-ku.

Ya sebenarnya jika aku ingin meningkatkan 'harga jual'-ku, aku sebaiknya mulai memperhatikan perihal ini. Perihal banyak hal yang berkaitan dengan penampilanku. 

Kapan itu bosku kasih aku produk untuk melangsingkan badan, mungkin sebagai bentuk keprihatinan beliau atas berkembangnya 'penduduk lemak' dalam tubuhku. Mereka berkembang subur beranak pinak tanpa pembatasan seperti program KB pada masa itu.

Sudah beberapa kali aku mencanangkan semangat berolahraga semacam dulu waktu sering jogging dan karate beberapa perguruan. Tapi aku tidak cukup terampil memimpin diriku sendiri, untuk menjalani canang itu. Mengecewakan.

Apa ya hot button yang tepat agar aku segera bergerak?


Yohan Wibisono
Pada suatu hari

Pahami Konsumen Anda. Bangun Keuntungan bagi Konsumen Anda untuk Berhubungan dengan Anda


Pahami Konsumen Anda. Bangun Keuntungan bagi Konsumen Anda untuk Berhubungan dengan Anda

Misal badanmu tinggi besar dan kamu suka melindungi sesama, pasti perempuan-perempuan yang haus akan perlindungan karena ada kondisi alam bawah sadar tertentu mereka merasa tidak aman jika di keramaian; maka tipikal konsumenmu adalah perempuan-perempuan jenis itu. Yang berebutan jadi pacarmu mungkin.

Misal kamu jago menemukan barang hilang, maka konsumen-konsumenmu adalah jenis orang bingung karena sedang kehilangan barang. Barang yang harus segera ditemukan.

Andai kamu kembangkan skill badan besarmu yang bukan sekedar besar namun juga elok, atau keahlian menemukan barang hilang tadi dengan keahlian menemukan dengan kecepatan sekedipan mata; maka keuntungan konsumen-konsumenmu terus meningkat atas kelebihanmu itu. Ya. Kemudian harga jualmu bisa lebih dinaikkan.

Jika pemahamanmu terhadap konsumenmu meningkat, mampu memahami dan mengembangkan komunikasi yang paling buat konsumenmu itu jadi 'feel good', wah, tambah konsumenmu merasa beruntung maka tambah mahal dirimu.

Bangun segala sesuatu yang semakin menguntungkan buat konsumen-konsumenmu, selanjutnya terserah kamu.


Yohan Wibisono
Pada suatu hari 

Siapa yang Kamu layani? Siapa yang Paling Menghargaimu (untuk Kamu Layani)? Siapa yang Berebutan untuk Bersamamu?


Siapa yang Kamu layani? Siapa yang Paling Menghargaimu (untuk Kamu Layani)? Siapa yang Berebutan untuk Bersamamu?

Dalam dunia kepemimpinan atau pemasaran, bisa jadi kita tidak bisa menyenangkan semua orang. Seperti di perusahaan aku bekerja sekarang ini. Ada beberapa pimpinan di manajemen, ada lebih banyak lagi leader di jaringan pemasaran kami.

Ada leader yang nyaman berinteraksi dengan Bos A, ada yang lebih nyaman berinteraksi dengan Bos B, ada yang lebih cocok berkomunikasi denganku. Kami berperan dengan peran yang berbeda-beda. Ada gaya tajir low profile humble berpenampilan apa adanya. Misal pakai kaos oblong plus celana selutut untuk ke kantor. 
Ada yang perlente dengan penampilan mobil-mobil mewah dan rumah menjulang.
Ada yang bingung penampilannya bagaimana karena memang ga punya apa-apa, haha.

Maka dalam dunia pemasaran pun kita sebagai pemasar perlu sedikit tegas agar efisien; menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut ini:
  1. Siapa yang Kamu layani? 
  2. Siapa yang Paling Menghargaimu (untuk Kamu Layani)? 
  3. Siapa yang Berebutan untuk Bersamamu?
Jadi diri sendiri dengan versi terbaik dari dirimu, lalu mulailah layani sahabat-sahabatmu itu :)


Yohan Wibisono
Pada suatu hari

Ini Perihal Apa yang Kita Lakukan, Bukan Apa yang Kita Bicarakan


Ini Perihal Apa yang Kita Lakukan, Bukan Apa yang Kita Bicarakan

Integritas salah satunya adalah perihal kesesuaian tindakan dengan ucapan. Sepanjang lebar apapun ucapan tanpa tindakan nyata, maka pembicara akan semakin terpuruk ke kedalaman. 

Integritas menghemat banyak kertas berlembar-lembar perjanjian. Karena akad lisan dengan sakti Tuhan yang Maha Powerfull lebih menenangkan. Jadi saat dirimu berjanji sore ini bakal dikerjakan. Lalu tak ada kabar. Dan malam aku harus menanyakan bagaimana dengan janjimu? Maka terkikislah integritas itu perihalmu dibenakku.

Dengan integritas yang sama andai Bill Gates pinjam duit sama aku maka aku tak berpikir 2x untuk meminjamkannya.


Yohan Wibisono
Pada suatu hari

Pengaruh. Mengapa Orang harus Mengikutimu?



Pengaruh. Mengapa Orang harus Mengikutimu?

Apa untungnya orang mengikutimu? Apa yang sedang kau perjuangkan sehingga orang-orang mau mengikutimu. Ini bukan tentang kemampuan kamu membayar baliho-baliho di sepanjang jalan lalu orang-orang membangun dosa dengan 'ngrasani' kamu: "Itu orang manfaatnya apa pernah hidup?"

Adalah mudah membuat dirimu tampak dimana-mana, namun tidak mudah membuat sesuatu sehingga manfaatmu ada dimana-mana. Manfaat baik maksudnya.


Yohan Wibisono
Pada suatu hari

Mau Menjadi Terkenal?



Mau Menjadi Terkenal?

Menjadi terkenal adalah sama dengan tema menjadi viral. Maka jika ingin terkenal, coba jawab pertanyaan-pertanyaan ini:
  1. Faktor viralmu apa? 
  2. Unikmu apa? 
  3. Dahsyatmu apa? 
  4. Yang dicintai dari dirimu apa?
  5. Apa manfaatnya dirimu diviralkan?
Menjadi viral bisa jadi melalui prestasi ataupun sensasi. Tapi jangan jadi makhluk semiskin itu dengan menjadi viral hanya karena sensasi tanpa prestasi. Pembangun sensasi kayaknya ga ada pintu surganya. Kecuali sensasi prestasi.

Misalnya kamu kamu menjadi viral dengan menikahi gorila. Ya, bisa jadi kamu jadi viral. Apalagi oleh jenis-jenis media yang butuh media tanpa tanggung jawab mencerdaskan. Ya. Mau berapa lama?

Misal kamu mau viral dengan perjuangan: aku sedang berjuang bagaimana caranya supaya seluruh keluarga di desaku punya income diatas 5 juta perbulan dengan... | Nah ini faktor viral yang mirip dengan artikel: https://www.yohanwibisono.com/2021/08/apa-yang-sedang-anda-atau-perusahaan.html  


Yohan Wibisono
Pada suatu hari

Klien yang PUAS Adalah Iklan TERBAIK



Klien yang PUAS Adalah Iklan TERBAIK

Kesalahan terbesarku beberapa waktu yang lalu adalah terus mencoba menggali mencari klien-klien baru tanpa memastikan kepuasan klien-klien yang sudah terlayani. Padahal klien-klien yang terpuaskan adalah marketing terbaik. Kecuali istriku.

Iya, misal istriku terpuaskan denganku lalu dia akan memarketingkan diriku. Mencari yang lain untuk terpuaskan juga.

Klien pertama dan yang paling utama yang harus 'puas' adalah? 

Tebak siapa?

Kalau 'puas' digantikan dengan kata yang lebih 'agamis' yaitu: ridho. Maka jenis kepuasan ini akan menjawab semua kebutuhan dunia akhirat kita.

Kira-kira gitu.


Yohan Wibisono
Pada suatu hari

Apa yang Sedang Anda atau Perusahaan Anda Perjuangkan?



Apa yang Sedang Anda atau Perusahaan Anda Perjuangkan?

Jika dalam perdagangan atau usahamu untuk mendapatkan keuntungan yang kamu perjuangkan adalah keuntungan itu sendiri, maka tidak banyak yang mau mendukungmu. Siapa yang mau mendukung mimpimu untuk menjadi kaya sendiri? Apa pentingnya buat mereka? Apa indahnya buat kehidupan?

Jika kamu mempunyai sesuatu yang diperjuangkan dan yang kamu perjuangkan itu adalah perjuangan semua orang, atau perjuanganmu didukung oleh semua orang karena orang-orang mencintai apa yang kamu perjuangkan; maka perusahaanmu akan abadi.

Maka dalam ilmu brand selalu ada pertanyaan: Apa yang sedang kamu perjuangkan? Apa yang sedang kamu bangun?

Aku sedang membangun kerajaan bisnis online sehingga teman-temanku mudah menjual produk dan jasanya. Sehingga barang-barang bagus akan terdeliver langsung ke penggunanya.
Misalnya gitu.

Yohan Wibisono
Pada suatu hari

Menjadi Pembicara | Sebelum Berbicara dengan Banyak Orang


Menjadi Pembicara | Sebelum Berbicara dengan Banyak Orang

Menjadi pembicara untuk menggugah, menginspirasi, menggerakkan orang-orang untuk:
  1. Menjadi orang lebih baik
  2. Mencapai tujuan dan cita
Sebelum banyak berbicara kepada banyak orang, ada baiknya berbicara dengan:
  1. Tuhan
  2. Diri sendiri
  3. Benda-benda 'mati' disekitarmu
Semua rencana, cita, harapan tanpa dikonsultasikan dengan yang Maha Hidup - mungkin hasil perjalanannya tidak akan bermakna sedalam setelah kita 'terlatih' untuk berbincang-bincang dengan yang Maha Hidup.

Etikanya sepertinya gitu. Yang Maha Fana berkomunikasi dulu dengan yang Maha tidak Fana.

Lalu sebelum berusaha menggerakkan orang-orang, cobalah untuk gerakkan dirimu sendiri melalui bicaramu. Gerakkan tulang-tulangmu, daging pembungkusnya, otak, orang-organ, ranum jantung, dan semua sel-sel yang terlibat didalamnya.

Jika kamu mampu berbicara dan menggerakkan dirimu sendiri serta terbukti dirimu menjadi dirimu yang lebih baik, bisa jadi kamu layak menjadi pembicara. Minimal kamu membicarakan sesuatu yang kamu jalani. Bukan sekedar katanya atau hasil dari bahan bacaan.

Setelah itu bicaralah dengan benda-benda yang tampak mati disekitarmu. Benda-benda diam yang pasif atau bergerak saat digerakan dengan yang lain. Kalau yang tampak mati itu bisa 'hidup' gara-gara bicaramu; ya, kamulah pembicara yang sesungguhnya.


Yohan Wibisono
Pada suatu hari