Halaman

Penyampai Pesan

Saat kita berbicara panjang lebaar kepada seseorang, ada banyak hal yang bisa terjadi dari sisi kita:
  1. Kita tahu apa yang pendengar butuhkan dan kita menyampaikan apa yang kita rasa pendengar butuhkan
  2. Kita tahu apa yang pendengar butuhkan dan kita tidak punya jawabannya namun kita terus berbicara agar kita tampak paham dan berbicara memberikan jawaban sepanjang lebar mungkin sehingga pendengar merasa terlalu bodoh kok ga paham-paham, hehe
  3. Kita tahu apa yang pendengar butuhkan dan kita akui kita tidak tahu jawabannya 
  4. Kita merasa tahu apa yang pendengar butuhkan dan kita terus berbicara dan pendengar manggut-manggut demi menghormati kita saja padahal jawaban-jawaban kita bukan yang mereka butuhkan
  5. Kita merasa tahu apa yang pendengar butuhkan dan kita sadar kita tidak mampu berbicara di tema itu dan kita mengakuinya
  6. Kita tidak tahu apa yang benar-benar pendengar butuhkan
  7. Dan lain sebagainya
Saat pendengar mendengarkan kita berbicara bisa jadi ini yang terjadi:
  1. Jawaban kita tepat, dan pendengar bisa memahaminya namun tidak termotivasi untuk take action
  2. Jawaban kita tepat, dan pendengar bisa memahaminya dan termotivasi untuk segera take action
  3. Jawaban kita tepat namun pendengar tidak mampu menerima ketepatan solusi yang kita tawarkan 
  4. Jawaban kita tidak tepat namun pendengar merasa jawaban kita tepat
  5. Entah jawaban kita tepat atau tidak tepat, pendengar manggut-manggut agar tampak mengikuti pembicaraan kita
  6. Pendengar ketiduran
  7. Dan lain sebagainya
Aku menemukan benang merah di beberapa kejadian dahulu, beberapa waktu sebelumnya, kemaren, saat ini dan perkiraan di masa depan; oleh berbagai orang-orang bijak, kejadian-kejadian yang bisa dicerna dan diambil hikmahnya bahwa: aku ini tempat bertanya.


Yohan Wibisono
Pada suatu hari

No comments:

Post a Comment