Halaman

Luangkan Lebih Banyak Waktu dengan Pikiranmu, Energimu, Kelebihanmu, Tubuhmu, Keluargamu, dan Semua yang Mendukungmu Selama Ini

Luangkan Lebih Banyak Waktu dengan Pikiranmu, Energimu, Kelebihanmu, Tubuhmu, Keluargamu, dan Semua yang Mendukungmu Selama Ini

Kita berguru kesana kemari tanpa mengendapkannya. Lalu terkikis waktu. Kita lupa. Pun ketika kita kesana kemari mencari-cari serasa menemukan tanpa kita memaknainya. Lalu lalai. Berusaha mengambili yang lain dan yang tergenggam terlepas.

Memaknainya bukan sekedar membacanya. Atau sekedar ceklist yang harus kita selesaikan bahwa seakan-akan kalau kita sudah centang semua list tersebut kita bakal bahagia (atau sukses). Walau entah setelah sukses bakal bahagia atau enggak seperti yang kita pikir. Kita puas mungkin atau entah.

Begitu banyak keinginan yang ternyata tidak terlaksana tetap membuatku baik-baik saja. Melanggar beberapa komitmen diri ternyata sejenis dengan mengkhianati janji ternyata membuahkan kepusingan panjang. Seperti komitmen setelah dapat bonus akhir tahun mau buat bayar utang ternyata saat uang digenggam ide nakal muncul untuk memasukkannya dulu ke saham, agar berkembang dulu, biar bisa bayar utang sekaligus beli rumah.

Saat kita melanggar komitmen, berarti kita ketakutan untuk memenuhi janji awal karena tiba-tiba keinginan lain muncul dan tumbuh. Bisa jadi saat uang bonus itu muncul karena Ridho Allah SWT atas komitmen awal: bayar utang. Bukan ada bonus-bonus mau beli rumah, de el el. Jadinya modyar semua rencana.

Ketika aku meluangkan banyak waktu dengan diriku sendiri, berbicara ke dalam diri setelah sibuk beberapa waktu berbicara (berusaha meyakinkan) kepada orang lain. Maka kini aku sedang:
  • Berbicara dari hati ke hati, hatiku bilik sini dan bilik sebelah sana. Bahwa komit aja, jalani rencana yang sudah disepakati. Nanti kalau ada keinginan-keinginan tambahan. Dikerjakan dengan sumber yang berbeda.
  • Menelaah kemampuan terbaikku dimana dan fokus disitu saja. Iya, banyak ingin melakukan banyak hal; tidak berarti semua keinginan harus terlaksana. Tuntas itu perlu. 1 bisnis menghasilkan 1 triliun itu lebih baik daripada 10 bisnis menghasilkan @100juta.
  • Berada dimana-mana itu bukan syarat untuk menarik energi dan uang dari mana-mana. Di rumah lebih baik.
...


Yohan Wibisono
Pada suatu hari

No comments:

Post a Comment