Halaman

Penyampai Pesan

Saat kita berbicara panjang lebaar kepada seseorang, ada banyak hal yang bisa terjadi dari sisi kita:
  1. Kita tahu apa yang pendengar butuhkan dan kita menyampaikan apa yang kita rasa pendengar butuhkan
  2. Kita tahu apa yang pendengar butuhkan dan kita tidak punya jawabannya namun kita terus berbicara agar kita tampak paham dan berbicara memberikan jawaban sepanjang lebar mungkin sehingga pendengar merasa terlalu bodoh kok ga paham-paham, hehe
  3. Kita tahu apa yang pendengar butuhkan dan kita akui kita tidak tahu jawabannya 
  4. Kita merasa tahu apa yang pendengar butuhkan dan kita terus berbicara dan pendengar manggut-manggut demi menghormati kita saja padahal jawaban-jawaban kita bukan yang mereka butuhkan
  5. Kita merasa tahu apa yang pendengar butuhkan dan kita sadar kita tidak mampu berbicara di tema itu dan kita mengakuinya
  6. Kita tidak tahu apa yang benar-benar pendengar butuhkan
  7. Dan lain sebagainya
Saat pendengar mendengarkan kita berbicara bisa jadi ini yang terjadi:
  1. Jawaban kita tepat, dan pendengar bisa memahaminya namun tidak termotivasi untuk take action
  2. Jawaban kita tepat, dan pendengar bisa memahaminya dan termotivasi untuk segera take action
  3. Jawaban kita tepat namun pendengar tidak mampu menerima ketepatan solusi yang kita tawarkan 
  4. Jawaban kita tidak tepat namun pendengar merasa jawaban kita tepat
  5. Entah jawaban kita tepat atau tidak tepat, pendengar manggut-manggut agar tampak mengikuti pembicaraan kita
  6. Pendengar ketiduran
  7. Dan lain sebagainya
Aku menemukan benang merah di beberapa kejadian dahulu, beberapa waktu sebelumnya, kemaren, saat ini dan perkiraan di masa depan; oleh berbagai orang-orang bijak, kejadian-kejadian yang bisa dicerna dan diambil hikmahnya bahwa: aku ini tempat bertanya.


Yohan Wibisono
Pada suatu hari

Mojokerto Solo untuk Kelas Terapi Pikiran Bahagia Offline Perdana

Ada rasa berlebihan untuk terus bercerita. Berbagi. Mungkin kebutuhan untuk cari muka yang cukup tinggi.

Menemukan diri melihat pertumbuhan orang-orang yang dulu pernah datang dan bertanya, lalu jawaban-jawaban yang pernah terlontar ternyata mampu meningkatkan kualitas hidup mereka; hal itu jadi candu tersendiri bagiku. Lebih enak dari rokok mentol.

Kebetulan kami sedang berusaha mengambil alih perhatian langit bumi dengan terus berbagi, maka salah satunya perjalanan pagi ini; otw Solo. 

Istriku bilang, kamu terlalu sering berusaha bantuin orang lain sampai urusanmu yang jadi kewajibanmu: terbengkalai. Duh Gusti, biar Engkau yang merapikannya.


Yohan Wibisono 
Pada suatu hari

Penerapan Teori Permainan dalam Bisnis Milenial


Bisnis bisa jadi permainan. Permainan yang disadari bahwa ada yang menang, ada yang kalah, ada yang sama-sama kalah, dan ada yang sama-sama menang. Aku berharap banyak mengembangkan sebuah perusahaan atau mendiami sebuah bisnis yang berorientasi sama-sama menang.

Dalam sebuah permainan yang tidak mungkin kamu bakal memenangkannya, maka aturan mainnya perlu diganti. Tidak perlu membangun hotel lebih besar, namun serahkan sama urusan kamar-kamar itu pada setiap orang yang memiliki kamar dan mau menyewakannya seperti pada bisnis Air BNB.

Suara-suara yang tak terdengar, saat terakumulasi dan bergerak; bisa jadi suatu saat nanti bukan tandinganmu lagi. Terkontrol tanpa merasa dikontrol.
 

Yohan Wibisono
Pada suatu hari

Bro, Biaya Desainmu Mahal... | Cara Menjawab Keberatan Konsumen

Bro, Biaya Desainmu Mahal...
  1. Dibandingkan dengan apa?
  2. Kamu butuh perumahanmu cepat laku? Rata-rata perumahanmu sold out berapa lama? Aku garansi laku 6 bulan lebih cepat
  3. Aku kasih pemasaran/ brand/ 100 prospek pertama
  4. Keuntungan 1 unit rumah itu 100 juta, harga desainku wajar jika kamu mau main berkelas
  5. Timku arsitek merangkap pembangun. Desainku garansi bisa bangun
  6. Aku juga punya perumahan, aku tahu desain perumahan yang cepat sold out
  7. Pada akhirnya nanti kamu bukan hanya butuh desain dariku. Kamu akan butuh bantuan pemasaran, perijinan, dan berbagai pengalaman lain menjual perumahan cepat laku
  8. ...

Yohan Wibisono
Pada suatu hari

Jika Panca Indera Kita Tidak Mampu Menangkapnya, Bukan Berarti Hal Itu Tidak Ada

Jika Panca Indera Kita Tidak Mampu Menangkapnya, Bukan Berarti Hal Itu Tidak Ada


Jika Akal Kita Tidak Mampu Menangkapnya, Bukan Berarti Hal Itu Tidak Ada. Besar dan dianggap besar itu dua hal yang berbeda. Besar namun orang-orang tak mampu menangkap kebesarannya, itu juga bukan berarti tidak besar. Sudah dianggap besar namun bersikap kekanak-kanakan itu juga hal yang lain lagi.

Beberapa waktu yang lalu ada laporan masuk: 
"Ada anak keuangan yang sikapnya tidak disukai oleh anak-anak divisi lain. Karena dia melakukan ini dan itu..."

Umumnya orang akan terpengaruh untuk menilai perihal anak keuangan. Tapi para bos perusahaan malah suka dengan berita itu.
"Biar aja, bagus itu, maka anak-anak divisi manapun tidak akan kongkalikong dengan anak divisi keuangan tersebut"

Ketika kita jengkel sama seseorang, lalu kita berkumpul dan berdiskusi dengan orang-orang yang sama-sama sedang jengkel pada orang tersebut; ehm, eh, dan faktanya orang tersebut semakin tumbuh berkelimpahan dan terus berbagi...; mungkin ada yang salah pada diri kita jika tujuan kita menjadi kita yang lebih baik.

Pohon diatas aku foto tadi pagi, saat acara grand opening Green Garden Lamongan. Pohon dari kejauhan perumahanku.


Yohan Wibisono
Pada suatu hari

Sekarang Trendnya Jualan Solusi, Bukan Sekedar Jualan Barang atau Jasa

Sekarang Trendnya Jualan Solusi, Bukan Sekedar Jualan Barang atau Jasa

Apa yang kamu perjuangkan saat ini? Ini perihal yang kamu lakukan dari pagi sampai pagi lagi mungkin. Yang pikiranmu bawa kemana-mana sementara kamu ada dimana-mana. 
Kalau sekedar bagaimana cara membuat dirimu tambah kaya, sepertinya ga banyak yang mendukung. Tapi kalau bagaimana supaya semua orang menjadi kaya, bisa jadi banyak yang mendukung.

Sebagai figur semua orang, pemimpin harus bisa menunjukkan bahwa dia bukan hanya peduli akan peningkatan kekayaannya, namun peduli akan kesejahteraan semua orang yang menganggapnya sebagai pemimpin. Jika dia butuh kejutan demi kejutan pencapaian lebih banyak.

Ada beberapa orang sukses dengan menjual sesuatu yang dia suka. Ada beberapa lain sukses dengan menjual sesuatu yang dia tidak suka namun dia tahu bahwa apa yang dia jual itu banyak yang suka. Aku ga yakin semua pendiri pabrik rokok adalah seorang perokok aktif.

Solusi apa yang kamu tawarkan? Apakah solusimu lebih baik daripada solusi kompetitormu? Apakah orang-orang yang membutuhkan solusimu tahu bahwa kamu ada?


Yohan Wibisono
Pada suatu hari 

Ilmu Afirmasi

Ilmu Afirmasi

Dulu setiap aku ditanya orang perihal apa inginku, aku selalu menjawab: bisnis triliun. Dan Alhamdulillah kini aku berada di bisnis triliunan. Maksudnya bosku dapat triliunan, aku didalamnya, jadi penonton. #Kidding

Dulu saat tempat tinggal kami di apartemen dan sekolah anak-anak kami cukup merepotkan kami untuk antar jemput setiap harinya. Kami berharap punya rumah dekat sekolah anak-anak kami. Dan pada saat kami menemukan rumah idaman kami didepan sekolah dan masjid, wah kami kegirangan dan berusaha mengafirmasikannya. Kami berharap rumah tersebut segera dijual.

Dan Alhamdulillah beberapa waktu kemudian terpasang didepan pagar rumah idaman kami tersebut sebuah tulisan: Rumah Dijual, berikut dengan nomor telpon untuk menghubungi pemilik rumah.

Tapi kami lupa berdoa/ afirmasi bahwa kami punya kapasitas untuk membeli rumah itu. Ya akhirnya kami tidak bisa memiliki rumah itu.

Dalam afirmasi, terlalu berprasangka baik bahwa 'semesta' paham benar dengan maksud kita itu kayaknya kurang pas. Narasi dan feel kita memang benar-benar harus pas. Jenis 'semesta' ini kayaknya beda banget sama Tuhan yang Maha Tahu dan Paham segalanya.

Semenjak itu aku jarang berkomunikasi sama 'semesta' atau 'vibrasi' yang dimaksud oleh orang-orang itu. Aku ngobrol langsung sama yang paling Maha Mudheng atas segalanya walau bicaraku tertatih-tatih ga jelas. Aku percaya DIA PAHAM BENER.


Yohan Wibisono
Pada suatu hari

Semua Orang Memiliki Cerita untuk Diceritakan dan Ingin Didengarkan. Maka Dengarkan

Semua Orang Memiliki Cerita untuk Diceritakan dan Ingin Didengarkan. Maka Dengarkan

X: Bro, aku perlu ini untuk itu... 
Y: Kamu loh ga berperan disini

Hari itu perusahaan kehilangan potensi income 400 miliar tambahan. 

Beberapa luka batin yang kita tidak sadari membuat kita menjadi 'unik' dimata orang-orang. Karena tindakan kita menjadi tidak umum dan tidak masuk akal.

Aku pernah memarahi seseorang, bahkan aku pernah mengatur sedemikian rupa agar semua orang patuh padaku. Efeknya adalah semuanya berjalan baik-baik saja dan aku mendapatkan yang aku mau. 

Sebaliknya yang tidak aku dapatkan adalah potensi dan kemampuan terbaik orang-orangku tak pernah mereka keluarkan. Mereka main aman. Jadi saat mereka punya kontribusi 100 miliar mungkin, mereka hanya keluarkan standar yang dibutuhkan perusahaan untuk tetap gajian aman, 7 miliar misalnya.

Beberapa orang dianugerahi menjadi pemimpin. Beberapa yang lain dianugerahi menjadi pengikut. Pemimpin yang hebat tanpa pengikut yang hebat, mungkin tidak akan pernah kemana-mana. 


Yohan Wibisono
Pada suatu hari

Tindakan Baik dan Tindakan Benar

"Dia selingkuh Pak, sudah sejak beberapa tahun yang lalu"
  • "Ada buktinya?" tanyaku
"Ada"
  • "Lalu kenapa hak asuh anak-anak dipegang dia (setelah perceraian)?" tanyaku lagi
"Ya saya tidak tunjukkan bukti bahwa dia selingkuh, kasihan anak-anak kalau tahu ibunya tidur dengan laki-laki lain"
  • "Tapi sekarang anak-anak tidak bisa Bapak temui?"
Dia diam. 
Laki-laki ini sudah cukup lama menahan kerinduan untuk bertemu dengan anak-anaknya. Mantan istrinya menghalanginya.

Tindakan dia baik pada saat itu. Masih tetap berusaha menjaga nama baik ibu dari anak-anaknya. Tapi bukan keadaan ini yang dia sangka akan terjadi. Tidak bisa menjumpai anak-anaknya.

"Pak, sekali-kali, cobalah bertindak benar; bukan sekedar berusaha menjadi orang baik" pesanku
...

Banyak kita lihat di infotainment perihal sepasang artis yang sedang dimabuk asmara diwawancarai awak media yang sedang butuh berita garing dengan mengajukan pertanyaan garing: "Kenapa kamu memilih dia sebagai pasanganmu?"

Dijawablah kegaringan itu dengan jawaban garing: "Karena dia baik sama aku"

Skip skip skip

Akhirnya mereka menikah

Skip skip skip

Akhirnya mereka bercerai, saling tuntut, saling sindir-hujat di media, buka aib, dan lain sebagainya
...

Saat pacaran berperan untuk menjadi pacar yang baik adalah mudah. Tapi saat menikah, mengambil tanggung jawab kehidupan berumah tangga adalah pelajaran seumur hidup. Tidak cukup hanya menjadi orang baik. Butuh banyak sikap dan tindakan benar dalam berumah tangga.

Bijaksana salah satunya adalah paham kapan harus bertindak baik dan kapan harus bertindak benar.


Yohan Wibisono
Pada suatu hari

Senja

Senja

Senja berkontribusi pada setiap waktunya. Beberapa orang merasakannya. Beberapa yang lain tidak merasakannya. Jika orang-orang itu tidak merasakannya, bukan berarti senja tidak berkontribusi pada waktunya.

Aku merindukan waktu diantara senja yang aku bisa diam merasakan waktu diantara senja tanpa terdistorsi urusan-urusan keinginan orang terhadapku. Aku berharap banyak bisa mensyukuri melebihi kemampuanku saat ini untuk mensyukuri. Seperti ketika angin pongah tersesat didalam botol minuman kosong, terjebak disitu aku bisa memanfaatkan waktunya untuk ngobrol sesaat karena dia sedang terjebak disitu; atau tindakan-tindakan lain yang mencerminkan aku hidup, berkesadaran, ada saat ini, terlibat disaat ini, sedang diperhatikan penuh, tidak harus bahagia, tidak sedang terburu-buru atau diburu sesuatu, ...

Menjadi ada dan menyadari betapa aku jatuh cinta dengan anak-anakku. Perasaan bahagia bercampur cemas something bad happen dan percaya something good always happen. Dan seseorang dulu pernah berkata: "Rasa cintanya Rasulullah itu kepada umatnya melebihi rasa cinta ibumu" atau bisa jadi ingatanku kurang bagus yang benar adalah "Rasa cinta penciptamu melebihi rasa cinta ibumu terhadap kamu" - Jujur, aku berusaha mengumpulkan kesadaran atas hal ini secara berkesinambungan sepanjang waktu.

Rasa dicintai itu membuat kita menjadi kuat. Kamu melakukan banyak ritual tanpa rasa sadar bahwa kamu sangat dicintai itu berbeda rasanya dengan kamu lakukan ritual itu hanya karena takut masuk neraka yang mungkin ga ada tembakau disana. Apinya ada, tapi ga bakal ada rokok disana.

Bayi-bayi dan anak-anakku memiliki kapasitas untuk tidur pagi dan mereka selalu memaksimalkan kapasitas itu. Membuat kami (aku dan istriku) ikut terseret kebiasaan itu. Walau kami tak sejago bayi-bayi dan anak-anakku. 
Dengan alasan besok pagi berangkat ke kantor, istriku mengijinkanku tidur duluan. Akhirnya seperti saat ini saat mereka semua tidur aku punya waktu untuk menulis dan memikirkan banyak hal. Membangun kesadaran.

Sama seperti keputusan untuk pindah ke Mojokerto dari Surabaya agar biaya hidup lebih irit. Perjalanan panjang setiap pagi berangkat ke kantor dan pulangnya mengijinkanku untuk memikirkan banyak hal. Senja biasanya menemaniku saat itu.


Yohan Wibisono
Pada suatu hari

Perjuangan Membaca Buku | Bangkrut | Kontribusi

Perjuangan Membaca Buku | Bangkrut | Kontribusi

Membaca buku adalah sebuah perjuangan tersendiri. 
  • Apalagi dulu sesaat setelah aku bangkrut untuk kesekian kalinya, ayahku berkata: "Buat apa baca semua buku sebanyak itu, dzikiran saja"
  • Apalagi setelah kebangkrutan itu aku baca sebuah buku yang tampaknya pernah aku baca dan disana terpapar jelas tulisan kesalahan-kesalahan yang aku lakukan sehingga aku menjadi bangkrut dan aku sadar aku pernah membacanya di beberapa waktu sebelumnya; dan aku sama sekali lupa peringatan kesalahan tersebut sehingga aku melakukannya. Dan bangkrut.
Menjadi bangkrut mungkin adalah episode penting yang terjadi dalam hidupku sehingga sebegitu segala sesuatu yang diperlukan untuk tidak menjadi bangkrut sudah kusiapkan (termasuk membaca buku anti bangkrut) tapi tetap saja bangkrut.

Kemaren dulu temanku dihujat dan diusir oleh temanku yang lain. Aku tercengang mendengarnya. Temanku yang terusir sangat marah. Lalu dia memutuskan untuk melampiaskannya dengan mencoba hal baru. Aku mengarahkannya untuk belajar berdamai dengan kenyataan dengan fokus pada satu hal. Fokus pada zat yang menciptakan paru-paru, jantung, darah, otak, dan mengijinkan semua kejadian yang terjadi.

Tiba-tiba temanku itu masuk Islam. Minta dibantu syahadat. Aku tuntut syahadat dengan saksi istri dan kontraktorku. Di rumah.

Tindakan menghujat dan mengusir yang awalnya aku anggap sebagai tindakan negatif, kini aku anggap sebagai tindakan positif. Hahaha...

Jadi bangkrutku beberapa kali menyadarkanku aku lemah pada urusan manajemen. Urusan yang bosku sangat jago dalam mengurusnya. Aku bisa menjual produk 500ribu terjual 50juta dan sama-sama untung serta bahagia antara penjual dan pembeli; namun manajemen perusahaan itu bukan rezekiku. Atas kejadian dan kesadaran itu aku ada disini.

Bisa jadi bangkrutku dulu itu adalah rezekiku hari ini. Yang membawaku keliling negara-negara, berkontribusi di puluhan ribu member (ini dunia pekerjaan yang paling aku sukai), dan bisa tetap berpenghasilan baik di masa pandemi.

Jadi buat apa aku membaca buku sebanyak itu jika suka-suka DIA untuk menghapusnya dalam ingatanku atau membiarkanku mengintepretasikan berbeda atau tidak menjamin bahwa aku bakal mencapai tujuan-tujuan atau hal-hal lainnya yang tampaknya bukan hal yang menyenangkan?

Mungkin karena itu kata pertama yang diucapkan Malaikat Jibril saat memeluk Rasulullah SAW. 
Mungkin juga karena aku merasa aku menyukai membaca buku padahal aku cuma suka membeli buku.

Ini bukan tentang hasil, ini tentang ikhtiar. Bahwa salah satu usaha aku menjemput RidhoNya dengan membaca dan berkontribusi.
Karena kita tidak pernah tahu akhir ceritanya.
Hal-hal baik yang kita lakukan jika belum ditampakkan hasil baiknya bukan berarti hal-hal baik itu tindakan tidak baik.


Yohan Wibisono
Pada suatu hari

Solusi Seharusnya Praktis dan Bisa Dilakukan Oleh Siapa Saja

Solusi Seharusnya Praktis dan Bisa Dilakukan Oleh Siapa Saja

Atau ide besar dalam sebuah perusahaan bahwa entah bagaimana caranya pokoknya (setiap) admin (pun) bisa menghasilkan transaksi miliaran. 

Kalau ditemukan sebuah cara, yaitu 3 langkah sederhana yang bisa dilakukan oleh siapa saja untuk besok pagi rekening perusahaan bertambah 1 triliun; pasti banyak yang antri pengen ilmunya.

Pertanyaan harus cukup sederhana, perihal solusinya tidak sederhana gapapa, untuk sementara. Untuk sesaat kemudian disederhanakan.

Sering setiap aku ditawari kopi sama pelayan pada sebuah kafe, "Pak mau pesan kopi apa?"
Aku jawab: "Kopi apa yang ketika saya minum sekarang, besok saya dapat 2 miliar"

Atau pelayan Indomaret yang setiap selesai menyelesaikan transaksi lalu bertanya: "Ada lagi Pak yang bisa saya bantu?" (kira-kira gitu ngomongnya)
Aku jawab: "Ada, doakan semua lancar hari ini"

Atau setiap pemotong rambut yang hendak memotong rambutku selalu bertanya "Minta model rabut seperti apa?" dan kujawab "Model rambut yang setiap orang melihatnya langsung ngasih aku uang dua juta"

Kalau pertanyaan-pertanyaan itu tidak membuat Anda menolak untuk memikirkannya, bisa jadi Anda bisa menjawab kebutuhan perusahaan Anda untuk meningkatkan omset dua kali lipat dalam 30 hari misalnya.

Aku sering tertantang untuk memikirkannya, cuma aku ga pernah tertantang untuk menceritakan kepada orang-orang jawabannya. Karena tidak semua orang yang kuceritakan caranya, tidak semua berkenan untuk berbagi.

Kalau partnermu berkata, "Ayo Bro bagaimana caranya meningkatkan omset?" tapi yang masuk ke benakmu adalah "Ayo Bro pikirkan atau lakukan bagaimana caranya supaya aku tambah kaya?"
Tentu otak dan tubuhmu enggan bergerak.


Yohan Wibisono
Pada suatu hari

Rezeki

Pijar sedang tidur. Biasanya dia tidur menjelang subuh. Kali ini tengah malam lewat dua jam sudah mulai tidur. Dan pagi ini sebelum kami pergi dia merengek dalam tidurnya. Segera istriku membuatkan dia susu dalam botol dan langsung menempelkan dot botol tersebut pada Pijar.

Pijar merasakan dot botol tersebut dan langsung menghisapnya. Meminum susu. Tetap dalam mata terpejam. Sesaat setelah merengek. Itulah rezeki.

Saat kita terlelap pun jika Allah SWT berkehendak rezeki itu datang, maka dalam keadaan tidurpun rezeki tersebut disodorkan ke mulut kita. 

Rezeki yang sama saat bayi lahir lalu sang Ibu tiba-tiba memiliki ASI. 

Rezeki yang sama saat tiba-tiba temanku bilang: "Bro, kamu jadi direktur MCI mau?" 
"Kerjanya ngapain?"
"Ya temani member jalan-jalan keluar negeri, keliling kota bagi-bagi plakat 500 juta, ngomong diatas panggung"

Walau praktekkan list banyak pekerjaan lebih bejibun daripada akad awal, ya tetap aja rezeki. Rezeki untuk banyak belajar.

Rezeki terbesar itu adalah saat mereka berdatangan dan berkata: "Pak. saya ada masalah..."
Ya itu rezekiku untuk membantu.


Yohan Wibisono
Pada suatu hari

Merdeka!

Merdeka!

Merdeka itu menjadi berdaulat untuk memutuskan pikiran dan tindakan apa yang kita mau lakukan (selama tindakan tersebut tidak merugikan orang lain). Merdeka = Berdaulat.

Satu kata 'berdaulat' cukup mengimbangi dan hampir tanpa butuh bantuan kata yang lain untuk mendukung ketegasannya. 

Merdeka untuk belanja. Eh. Merdeka untuk bersikap. Memilih.

Aku rasa aku belum cukup merdeka.


Yohan Wibisono
Pada suatu hari
 

Luangkan Lebih Banyak Waktu dengan Pikiranmu, Energimu, Kelebihanmu, Tubuhmu, Keluargamu, dan Semua yang Mendukungmu Selama Ini

Luangkan Lebih Banyak Waktu dengan Pikiranmu, Energimu, Kelebihanmu, Tubuhmu, Keluargamu, dan Semua yang Mendukungmu Selama Ini

Kita berguru kesana kemari tanpa mengendapkannya. Lalu terkikis waktu. Kita lupa. Pun ketika kita kesana kemari mencari-cari serasa menemukan tanpa kita memaknainya. Lalu lalai. Berusaha mengambili yang lain dan yang tergenggam terlepas.

Memaknainya bukan sekedar membacanya. Atau sekedar ceklist yang harus kita selesaikan bahwa seakan-akan kalau kita sudah centang semua list tersebut kita bakal bahagia (atau sukses). Walau entah setelah sukses bakal bahagia atau enggak seperti yang kita pikir. Kita puas mungkin atau entah.

Begitu banyak keinginan yang ternyata tidak terlaksana tetap membuatku baik-baik saja. Melanggar beberapa komitmen diri ternyata sejenis dengan mengkhianati janji ternyata membuahkan kepusingan panjang. Seperti komitmen setelah dapat bonus akhir tahun mau buat bayar utang ternyata saat uang digenggam ide nakal muncul untuk memasukkannya dulu ke saham, agar berkembang dulu, biar bisa bayar utang sekaligus beli rumah.

Saat kita melanggar komitmen, berarti kita ketakutan untuk memenuhi janji awal karena tiba-tiba keinginan lain muncul dan tumbuh. Bisa jadi saat uang bonus itu muncul karena Ridho Allah SWT atas komitmen awal: bayar utang. Bukan ada bonus-bonus mau beli rumah, de el el. Jadinya modyar semua rencana.

Ketika aku meluangkan banyak waktu dengan diriku sendiri, berbicara ke dalam diri setelah sibuk beberapa waktu berbicara (berusaha meyakinkan) kepada orang lain. Maka kini aku sedang:
  • Berbicara dari hati ke hati, hatiku bilik sini dan bilik sebelah sana. Bahwa komit aja, jalani rencana yang sudah disepakati. Nanti kalau ada keinginan-keinginan tambahan. Dikerjakan dengan sumber yang berbeda.
  • Menelaah kemampuan terbaikku dimana dan fokus disitu saja. Iya, banyak ingin melakukan banyak hal; tidak berarti semua keinginan harus terlaksana. Tuntas itu perlu. 1 bisnis menghasilkan 1 triliun itu lebih baik daripada 10 bisnis menghasilkan @100juta.
  • Berada dimana-mana itu bukan syarat untuk menarik energi dan uang dari mana-mana. Di rumah lebih baik.
...


Yohan Wibisono
Pada suatu hari

Aku Suka Laki-Laki yang Tenang dalam Menyelesaikan Masalah

Aku Suka Laki-Laki yang Tenang dalam Menyelesaikan Masalah

Namanya Dita. Pegawaiku dulu. Saat dia bercerita perihal bagaimana dia menentukan untuk memilih jodohnya. Bukan hal yang sudah dia putuskan dari awal bahwa standar laki-laki yang akan mendampinginya kelak harus begitu. Cuma pada suatu hari, saat begitu banyak 'gangguan' hadir, seseorang datang dengan tenangnya dan mengusaikan semua gangguan.

Dita tenang. Laki-laki itu pun menularkannya jenis ketenangan yang Dita suka.

Beberapa masalah kecil menjadi tampak besar saat kita tidak tenang dan demikian juga sebaliknya. Beberapa ketidaktenangan membuka aib bahwa sebenarnya kita dungu. Sudah tertulis 50ribu tahun yang lalu katanya. Tenang ga tenang, tetap akan terlaksana.

Aku bukan laki-laki yang penuh dengan ketenangan saat orang berjanji sesuatu lalu dia merubah akad. Aku juga bukan laki-laki yang tenang saat balitaku berlarian dijalan depan rumah dengan bahagianya sementara sewaktu-waktu sepeda motor atau mobil muncul entah dari mana. Aku rasa aku juga tidak terlalu tenang kalau tiba-tiba aku ditakdirkan punya kemampuan bisa terbang. Iya. Terbang seperti burung. Jangan-jangan aku burung.

Beberapa sikap ketidaktenangan yang terjadi dalam hidupku membuatku banyak mengambil keputusan yang akhirnya aku sesali. Walaupun mungkin sudah dicatat 50ribu tahun yang lalu kisahnya. Terlalu sering tidak tenang akhirnya membuatku tidak terlalu peduli atas ketidaktenangan itu. Terlalu sering dia hadir membuatku jenuh.

Pada suatu hari di Bangkok Desember 2018 istriku menelepon dari rumah Surabaya. 
"Aku hamil!!!"
Dia histeris.
"Kenapa?" tanyaku.
"Loh ini aku hamil, Pijar masih bayi, gimana ini aku hamil lagi, nanti gimana merawatnya?!!"
...
"Ya, gapapa. Kamu kan punya suami. Kalau kamu ga punya suami trus hamil, itu yang masalah"
...

Aku ga ngerti apakah jenis ketenangan seperti itu yang dibutuhkan perempuan pada laki-laki sehingga perempuan semakin jatuh cinta pada laki-laki. Yang jelas istriku benar-benar berusaha berbenah agar pernikahan kami baik-baik saja sampai nanti.
...
Lagian semestinya kalau aku yang hamil, itu baru boleh ketidaktenangan hadir


Yohan Wibisono
Pada suatu hari

Tiba-Tiba Menjadi KONSULTAN PERUMAHAN Agar Cepat Laku

Tiba-Tiba Menjadi KONSULTAN PERUMAHAN Agar Cepat Laku
  • Mas, kami sedang mempertimbangkan bahwa sampeyan masuk ke dalam tim atau jadi konsultan perumahan kami saja. 
  • Ku: Ya monggo diatur saja. Segera ambil keputusan.
  • Nanti malam kami meetingkan zoom bersama tim.
Esoknya
  • Mas, sampeyan jadi konsultan perumahan kami saja.
  • Ku:   Oke.
...
Group WA:
  • Ku: Karena namanya berbau 'taman hijau', maka fasum dibangun dengan banyak taman hijau saja
  • Tapi disini minim air mas
  • Ku: Bangun sumur air agak susah ya?
  • Agak asin airnya
  • Ku: Ga bisa dipakai untuk siram tanaman?
  • Hmm kayae mati kalau asin
Lalu aku buka google cari jasa taman di kota itu dan menunjukkan pada mereka
  • Ku: Serahkan saja pada ahlinya
  • Hehe... 👌
  • Siap
Beberapa kesuksesan pekerjaan itu bukan tentang keahlian. Tapi itikad baik semua orang yang terlibat didalamnya. Sama-sama niat baik, keajaiban-keajaiban muncul.
...
  • Mas, aku ada perumahan 10 ha di Driyorejo minta dikerjakan?
  • Mas, mertuaku ada perumahan di Gresik dan Sidoarjo lagi mangkrak minta bantuan untuk diakusisi...
  • Mas...
...
  • Ku: Bro, aku ada teman mualaf lagi butuh kerjaan, lowongan yang kemaren masih ada?
  • Sudah ada yang isi Mas
  • Ku: Kalau dia bantu jualan ditempatmu, ga usah kamu gaji, aku yang back up iklan dia, bisa?
  • Bisa mas
  • Ku: Oke kapan bisa ketemu? Aku ajak dia
...
  • Ku: Bro, beli rumahmu dapat bonus produkku bisa? 


Yohan Wibisono
Pada suatu hari


NB: Gambar terlampir adalah perumahan Batu-Malang yang aku bukan konsultannya, cuma jasa desain

Kemas dan Sajikan Seolah-Olah Produk Anda Terbaik Sedunia

Kemas dan Sajikan Seolah-Olah Produk Anda Terbaik Sedunia

Ini adalah tulisan yang mampu aku tulis namun tidak mampu aku praktikkan. Karena produk pertama adalah diri kita sendiri sebelum kita menawarkan produk atau pun jasa. Sedang aku sendiri tidak selalu berpenampilan 'kelas dunia'-ku.

Ya sebenarnya jika aku ingin meningkatkan 'harga jual'-ku, aku sebaiknya mulai memperhatikan perihal ini. Perihal banyak hal yang berkaitan dengan penampilanku. 

Kapan itu bosku kasih aku produk untuk melangsingkan badan, mungkin sebagai bentuk keprihatinan beliau atas berkembangnya 'penduduk lemak' dalam tubuhku. Mereka berkembang subur beranak pinak tanpa pembatasan seperti program KB pada masa itu.

Sudah beberapa kali aku mencanangkan semangat berolahraga semacam dulu waktu sering jogging dan karate beberapa perguruan. Tapi aku tidak cukup terampil memimpin diriku sendiri, untuk menjalani canang itu. Mengecewakan.

Apa ya hot button yang tepat agar aku segera bergerak?


Yohan Wibisono
Pada suatu hari

Pahami Konsumen Anda. Bangun Keuntungan bagi Konsumen Anda untuk Berhubungan dengan Anda

Pahami Konsumen Anda. Bangun Keuntungan bagi Konsumen Anda untuk Berhubungan dengan Anda

Misal badanmu tinggi besar dan kamu suka melindungi sesama, pasti perempuan-perempuan yang haus akan perlindungan karena ada kondisi alam bawah sadar tertentu mereka merasa tidak aman jika di keramaian; maka tipikal konsumenmu adalah perempuan-perempuan jenis itu. Yang berebutan jadi pacarmu mungkin.

Misal kamu jago menemukan barang hilang, maka konsumen-konsumenmu adalah jenis orang bingung karena sedang kehilangan barang. Barang yang harus segera ditemukan.

Andai kamu kembangkan skill badan besarmu yang bukan sekedar besar namun juga elok, atau keahlian menemukan barang hilang tadi dengan keahlian menemukan dengan kecepatan sekedipan mata; maka keuntungan konsumen-konsumenmu terus meningkat atas kelebihanmu itu. Ya. Kemudian harga jualmu bisa lebih dinaikkan.

Jika pemahamanmu terhadap konsumenmu meningkat, mampu memahami dan mengembangkan komunikasi yang paling buat konsumenmu itu jadi 'feel good', wah, tambah konsumenmu merasa beruntung maka tambah mahal dirimu.

Bangun segala sesuatu yang semakin menguntungkan buat konsumen-konsumenmu, selanjutnya terserah kamu.


Yohan Wibisono
Pada suatu hari 

Siapa yang Kamu layani? Siapa yang Paling Menghargaimu (untuk Kamu Layani)? Siapa yang Berebutan untuk Bersamamu?

Siapa yang Kamu layani? Siapa yang Paling Menghargaimu (untuk Kamu Layani)? Siapa yang Berebutan untuk Bersamamu?

Dalam dunia kepemimpinan atau pemasaran, bisa jadi kita tidak bisa menyenangkan semua orang. Seperti di perusahaan aku bekerja sekarang ini. Ada beberapa pimpinan di manajemen, ada lebih banyak lagi leader di jaringan pemasaran kami.

Ada leader yang nyaman berinteraksi dengan Bos A, ada yang lebih nyaman berinteraksi dengan Bos B, ada yang lebih cocok berkomunikasi denganku. Kami berperan dengan peran yang berbeda-beda. Ada gaya tajir low profile humble berpenampilan apa adanya. Misal pakai kaos oblong plus celana selutut untuk ke kantor. 
Ada yang perlente dengan penampilan mobil-mobil mewah dan rumah menjulang.
Ada yang bingung penampilannya bagaimana karena memang ga punya apa-apa, haha.

Maka dalam dunia pemasaran pun kita sebagai pemasar perlu sedikit tegas agar efisien; menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut ini:
  1. Siapa yang Kamu layani? 
  2. Siapa yang Paling Menghargaimu (untuk Kamu Layani)? 
  3. Siapa yang Berebutan untuk Bersamamu?
Jadi diri sendiri dengan versi terbaik dari dirimu, lalu mulailah layani sahabat-sahabatmu itu :)


Yohan Wibisono
Pada suatu hari

Ini Perihal Apa yang Kita Lakukan, Bukan Apa yang Kita Bicarakan

Ini Perihal Apa yang Kita Lakukan, Bukan Apa yang Kita Bicarakan

Integritas salah satunya adalah perihal kesesuaian tindakan dengan ucapan. Sepanjang lebar apapun ucapan tanpa tindakan nyata, maka pembicara akan semakin terpuruk ke kedalaman. 

Integritas menghemat banyak kertas berlembar-lembar perjanjian. Karena akad lisan dengan sakti Tuhan yang Maha Powerfull lebih menenangkan. Jadi saat dirimu berjanji sore ini bakal dikerjakan. Lalu tak ada kabar. Dan malam aku harus menanyakan bagaimana dengan janjimu? Maka terkikislah integritas itu perihalmu dibenakku.

Dengan integritas yang sama andai Bill Gates pinjam duit sama aku maka aku tak berpikir 2x untuk meminjamkannya.


Yohan Wibisono
Pada suatu hari

Pengaruh. Mengapa Orang harus Mengikutimu?

Pengaruh. Mengapa Orang harus Mengikutimu?

Apa untungnya orang mengikutimu? Apa yang sedang kau perjuangkan sehingga orang-orang mau mengikutimu. Ini bukan tentang kemampuan kamu membayar baliho-baliho di sepanjang jalan lalu orang-orang membangun dosa dengan 'ngrasani' kamu: "Itu orang manfaatnya apa pernah hidup?"

Adalah mudah membuat dirimu tampak dimana-mana, namun tidak mudah membuat sesuatu sehingga manfaatmu ada dimana-mana. Manfaat baik maksudnya.


Yohan Wibisono
Pada suatu hari

Mau Menjadi Terkenal?

Mau Menjadi Terkenal?

Menjadi terkenal adalah sama dengan tema menjadi viral. Maka jika ingin terkenal, coba jawab pertanyaan-pertanyaan ini:
  1. Faktor viralmu apa? 
  2. Unikmu apa? 
  3. Dahsyatmu apa? 
  4. Yang dicintai dari dirimu apa?
  5. Apa manfaatnya dirimu diviralkan?
Menjadi viral bisa jadi melalui prestasi ataupun sensasi. Tapi jangan jadi makhluk semiskin itu dengan menjadi viral hanya karena sensasi tanpa prestasi. Pembangun sensasi kayaknya ga ada pintu surganya. Kecuali sensasi prestasi.

Misalnya kamu kamu menjadi viral dengan menikahi gorila. Ya, bisa jadi kamu jadi viral. Apalagi oleh jenis-jenis media yang butuh media tanpa tanggung jawab mencerdaskan. Ya. Mau berapa lama?

Misal kamu mau viral dengan perjuangan: aku sedang berjuang bagaimana caranya supaya seluruh keluarga di desaku punya income diatas 5 juta perbulan dengan... | Nah ini faktor viral yang mirip dengan artikel: https://www.yohanwibisono.com/2021/08/apa-yang-sedang-anda-atau-perusahaan.html  


Yohan Wibisono
Pada suatu hari

Klien yang PUAS Adalah Iklan TERBAIK

Klien yang PUAS Adalah Iklan TERBAIK

Kesalahan terbesarku beberapa waktu yang lalu adalah terus mencoba menggali mencari klien-klien baru tanpa memastikan kepuasan klien-klien yang sudah terlayani. Padahal klien-klien yang terpuaskan adalah marketing terbaik. Kecuali istriku.

Iya, misal istriku terpuaskan denganku lalu dia akan memarketingkan diriku. Mencari yang lain untuk terpuaskan juga.

Klien pertama dan yang paling utama yang harus 'puas' adalah? 

Tebak siapa?

Kalau 'puas' digantikan dengan kata yang lebih 'agamis' yaitu: ridho. Maka jenis kepuasan ini akan menjawab semua kebutuhan dunia akhirat kita.

Kira-kira gitu.


Yohan Wibisono
Pada suatu hari

Apa yang Sedang Anda atau Perusahaan Anda Perjuangkan?

Apa yang Sedang Anda atau Perusahaan Anda Perjuangkan?

Jika dalam perdagangan atau usahamu untuk mendapatkan keuntungan yang kamu perjuangkan adalah keuntungan itu sendiri, maka tidak banyak yang mau mendukungmu. Siapa yang mau mendukung mimpimu untuk menjadi kaya sendiri? Apa pentingnya buat mereka? Apa indahnya buat kehidupan?

Jika kamu mempunyai sesuatu yang diperjuangkan dan yang kamu perjuangkan itu adalah perjuangan semua orang, atau perjuanganmu didukung oleh semua orang karena orang-orang mencintai apa yang kamu perjuangkan; maka perusahaanmu akan abadi.

Maka dalam ilmu brand selalu ada pertanyaan: Apa yang sedang kamu perjuangkan? Apa yang sedang kamu bangun?

Aku sedang membangun kerajaan bisnis online sehingga teman-temanku mudah menjual produk dan jasanya. Sehingga barang-barang bagus akan terdeliver langsung ke penggunanya.
Misalnya gitu.

Yohan Wibisono
Pada suatu hari

Menjadi Pembicara | Sebelum Berbicara dengan Banyak Orang

Menjadi Pembicara | Sebelum Berbicara dengan Banyak Orang

Menjadi pembicara untuk menggugah, menginspirasi, menggerakkan orang-orang untuk:
  1. Menjadi orang lebih baik
  2. Mencapai tujuan dan cita
Sebelum banyak berbicara kepada banyak orang, ada baiknya berbicara dengan:
  1. Tuhan
  2. Diri sendiri
  3. Benda-benda 'mati' disekitarmu
Semua rencana, cita, harapan tanpa dikonsultasikan dengan yang Maha Hidup - mungkin hasil perjalanannya tidak akan bermakna sedalam setelah kita 'terlatih' untuk berbincang-bincang dengan yang Maha Hidup.

Etikanya sepertinya gitu. Yang Maha Fana berkomunikasi dulu dengan yang Maha tidak Fana.

Lalu sebelum berusaha menggerakkan orang-orang, cobalah untuk gerakkan dirimu sendiri melalui bicaramu. Gerakkan tulang-tulangmu, daging pembungkusnya, otak, orang-organ, ranum jantung, dan semua sel-sel yang terlibat didalamnya.

Jika kamu mampu berbicara dan menggerakkan dirimu sendiri serta terbukti dirimu menjadi dirimu yang lebih baik, bisa jadi kamu layak menjadi pembicara. Minimal kamu membicarakan sesuatu yang kamu jalani. Bukan sekedar katanya atau hasil dari bahan bacaan.

Setelah itu bicaralah dengan benda-benda yang tampak mati disekitarmu. Benda-benda diam yang pasif atau bergerak saat digerakan dengan yang lain. Kalau yang tampak mati itu bisa 'hidup' gara-gara bicaramu; ya, kamulah pembicara yang sesungguhnya.


Yohan Wibisono
Pada suatu hari

Jadilah Berdampak Besar

Jadilah Berdampak Besar

Jikalau hidup adalah perlombaan untuk kembali pulang dengan 'hasil' yang besar dibenak penciptaNya, ditambah motivasi bahwa: "Manusia yang paling berharga adalah manusia yang paling bermanfaat buat banyak manusia yang lain", maka berdampaklah.

Jangan dunia ini dengan adanya dirimu atau tidak adanya dirimu, tidak ada bedanya. Berdampaklah terhadap kehidupan. Berkontribusilah baik. Bangunlah sesuatu yang bermanfaat.

Belajarlah:
  1. Membangun sesuatu untuk diri sendiri
  2. Membangun sesuatu untuk keluarga
  3. Membangun sesuatu untuk masyarakat
Dari hal-hal sederhana, maka kreativitas akan muncul. 

Ide biasanya muncul dari melengkapi kebutuhan yang belum ada saat ini. Lihatlah kira-kira saat ini atau masa depan masyarakat membutuhkan apa, lalu bangunlah itu.


Yohan Wibisono
Pada suatu hari

Serahkan Pada Ahlinya | Jasa Bangun Rumah Mojokerto (Judul Ala SEO, Hahaha...)

Serahkan Pada Ahlinya

Kami memutuskan untuk membeli rumah di samping rumah mertuaku. Dengan mencicil semampunya. Dan langsung membangun. Dengan mencicil dengan akad 20 juta perminggu.

Sungguh perbuatan yang tidak biasa bagi kami. Diatas kertas, uang kami tidak mencukupi. Apalagi jika menggunakan jasa profesional, kontraktor yang berpengalaman lebih dari 10 tahun dalam hal bangun membangun rumah dan perumahan.

Akan lebih murah jika kami pakai saja tukang, beli material sendiri, bayar semampunya, pasti lebih murah. Walau lebih melelahkan dan memaksa kami harus belajar banyak. 

Namun seperti jika beberapa calon pengguna jasa kontraktor kami saat meminta tenaga kami saja, sisanya mereka yang urus pembangunan rumah mereka. Ini jawabannya:
  1. Resiko jika material datang terlambat, maka tukang jadi tidak bekerja di hari itu. Jika tukang tetap dibayar, kasihan pemberi pekerjaan. Jika tukang tidak dibayar karena tidak ada pekerjaan, maka kasihan tukangnya. Kesalahan pada mobilitas material, tukang jadi korbannya.
  2. Resiko kami susah melakukan koordinasi, malah pembangunan jadi lebih lama, malah jadi lebih boros.
  3. Ada teori, ada pengalaman. Kontraktor dengan pengalaman lebih dari 10 tahun membangun maka pengalaman itu yang kita butuhkan agar bangunan rumah kami menjadi nyaman, kokoh, tidak ada masalah dikemudian hari.
    Tiddak seperti kontrakan yang kami tinggali sementara ini selama rumah dibangun; saluran kamar mandi buntu, tempat cuci meluap, kalau ga pakai AC-ruangan jadi panas, dan siang hari masih perlu lampu. Maka jadi boros dalam jangka panjang.
  4. Dengan kami serahkan ke kontraktor, maka kami bisa fokus mencari uangnya, sesuai bidang kami.
Jika kamu serahkan sesuatu pada yang bukan ahlinya, maka tunggulah kehancuran. Itu kira-kira pepatah lama.

Yohan Wibisono
Pada suatu hari

Hidup Minimalis, Kontribusi Maksimalis

Hidup Minimalis, Kontribusi Maksimalis

Beberapa orang cara membahagiakannya adalah dengan kesempatan untuk melakukan banyak hal untuk orang lain (lebih banyak daripada untuk diri sendiri)

Kemampuan belanja kadang tidak sebanding dengan kemampuan menganalisa apakah barang-barang dan jasa yang kita beli benar-benar kita butuhkan? 
Masing-masing dari kita memiliki kapasitas yang berbeda dalam menilai, menahan diri, melakukan analisa apakah yang akan kita beli benar-benar manfaat, atau kehausan sesaat, atau 'menebus rasa masa lalu'. Atau terkadang kita membeli sesuatu sekedar untuk kita tunjukkan bahwa kita mampu membeli, memiliki, berkuasa atas sesuatu.

Dalam dunia pemasaran, orang tidak membeli barang dan jasa yang dia sanggup beli. Orang membeli rasa yang dia inginkan saat menggunakan barang dan jasa tersebut.

Hidup minimalis dan kontribusi maksimalis adalah kiblat bagi orang-orang yang menyadari dan bertindak bahwa dunia adalah 'penjara bagi orang-orang beriman'. Mereka menyadari bahwa dunia ini fana, dan yang kekal adalah hari akhir. Maka mereka berinvestasi pada hari akhir dengan berkontribusi/ beramal sebanyak mereka mampu.

Hidup minimalis dan kontribusi maksimalis adalah kesadaran dan tindakan orang-orang yang yakin bahwa semua yang mereka 'miliki' di dunia akan diminta pertanggungjawabannya. Maka mereka berusaha sedemikian rupa memiliki barang sesedikit mungkin dan mengkontribusikannya kepada yang membutuhkan sebanyak mungkin.

Hidup minimalis dan kontribusi maksimalis adalah orang-orang yang juga sudah 'kelelahan' menuruti hawa nafsunya memiliki banyak barang sampai suatu masa mereka menyadari bahwa bergitu banyak barang malah menyita banyak waktu mereka untuk menjaga merawat dan mengaturnya. Sejak itu mereka bertindak meminimalkan jumlah kepemilikan barang dan ruang.

Yohan Wibisono
Pada suatu hari 

Mendapatkan adalah Satu Hal; Menyimpannya dengan Baik adalah Keahlian yang Lain; Membiarkannya menjadi Milik Kita dan Tumbuh Berkelimpahan adalah Keahlian yang Lain Lagi

Mendapatkan adalah Satu Hal;
Menyimpannya dengan Baik adalah Keahlian yang Lain; Membiarkannya menjadi Milik Kita dan Tumbuh Berkelimpahan adalah Keahlian yang Lain Lagi

Memperjuangkan sesuatu hingga menjadi milik kita adalah satu tema sendiri yang berbeda dengan saat sudah menjadi milik kita dan kita menjaganya dengan baik.

Seperti saat kita ingin memiliki rumah. Kita perjuangkan untuk mendapatkannya. Kita mengembangkan keahlian untuk mendapatkannya (atau umumnya) untuk mampu membelinya.

Namun saat rumah itu sudah kita dapatkan, maka keahlian yang dibutuhkan untuk mampu menjaga dan merawat rumah tersebut adalah keahlian yang berbeda dibandingkan dengan keahlian untuk mendapatkannya. Keahlian merawat dan menjaga rumah. Menjaga kenyamanannya, menjaga fungsinya tetap berjalan dengan baik.

Kemudian saat Anda mengembangkan rumah Anda tersebut sedemikian rupa hingga rumah tersebut mampu menghasilkan uang (misalnya), itu juga merupakan keahlian yang berbeda.

Apalagi saat rumah Anda tersebut mampu berkembang mengakusisi rumah-rumah disekitarnya. Itu jenis keahlian yang super.


Yohan Wibisono
Pada suatu hari