hemm... kupikir adalah wajar bro, ini bukan perihal perselingkuhan ato keberpalingan hati seperti yang ditampakkan di sinetron2 jablay. ini juga ga sesederhana cerita romeo juliet. coba kusandarkan contoh2nya :
- waktu kamu ga mau nyanyikan lagu buat istrimu, aku yang menyanyikannya untuknya...
- waktu kamu ga mau bersabar atas istrimu, aku yang bersabar untuknya
- waktu kamu memarahi istrimu karena ditipu orang, aku yang membangkitkan rasa percaya dirinya || eh, sampai2 dia takut jujur padamu dan berhutang padaku
- waktu kamu melarang sana sini tanpa memberi solusi jalan tengah, aku mengajari dia untuk mengambil jalan tengahnya
- waktu kamu menusukkan logika2mu tanpa mengindahkan perasaannya, aku yang memberikan jawaban atas perasaannya
- bahkan aku yang mengajari istrimu untuk berani menyampaikan hasratnya inginnya termasuk menyampaikan kamu ga boleh ngomong kasar lagi
- istrimu bertaruh dua nyawa untuk anak2mu sedang kamu permasalahkan hape yang rusak, pagar yang ga sengaja ketabrak, dan hal2 yang tidak sepatutnya untuk dipersalahkan karena itu memang bukan kesalahan! besi dibiarkan saja jadi berkarat, apalagi kalo cuma sekedar barang terpakai
- logika mana yang kamu pakai bahwa istrimu ga boleh mengingat masa lalunya, sedang itu dah terekam diotaknya, kamu mo biayai operasi otak khusus untuk menghapus masa lalunya...??
- waktu kamu ga mau nemenin sibuk main game ato nonton sepak bola setelah nidurin dia, aku yang nemenin istrimu ngobrol
- waktu kamu suruh nyapuuuuu.... terus ditempat yang sama berulang-ulang selama 8 tahun, ndekem dirumah terus, sedang istrimu mo pergi kemana2 kamu larang tanpa kamu berusaha menemaninya, hanya melarang, wajar dong hatinya hampa.
- waktu kamu suruh ngepel teruuuuusss ditempat yang sama berulang-ulang selama 8 tahun, trus kamu ucapkan kata 'sembrono!' untuk sebuah tindakan kecil yang ga pas menurutmu, wajar dia menangis to bro
- nelangsa, sehingga istrimu tak sanggup menjawab pertanyaan : "kamu nyesal pernah nikahi dia?"
- dia diam bukan karena dia mencintaimu, dia diam karena capek ga mau ribut, ini yang kamu benarkan?
- kamu sumpalkan ayat2 itu tapi tak kamu penuhi kewajibanmu, wajar dong jadinya kering
- waktu kalian mo berangkat kemana gitu, trus istrimu harus masuk lagi mengambil sesuatu dan kamu rasa lama dan kamu berkata kasar karenanya, wajar dong kalo dia 'kehausan'
- ketika istrimu berusaha menutupi aibmu sementara tetap kamu semena2, wajar dong, ada batasnya...
- jangan marah kalo dibenaknya ada aku
- jangan marah kalo dia menangis untukku
- jangan marah kalo aku susah dia sedih sampe sesek dadanya
- jangan benci kalo dia berkata cinta padaku
- jangan benci kalo dia merindukanku
- jangan benci kalo dia berkata : "mengapa kita tidak bertemu sebelum ku menikah?"
- ini cuma sebuah langkah logis seperti air selalu turun ketempat yang lebih rendah
- mungkin kami salah, tapi cara ini menyelamatkannya secara batin, hati, kesehatan
- sungguh kujuga ga mau tulisan2 ini dibaca istrimu karena hanya menempatkannya pada posisi yang sulit karena hatinya sungguh berbelas kasih padamu walau kini cintanya padaku
- semoga kamu membacanya, sadar, mohon ampun, dan membahagiakan dia seperti janjimu dulu













