balutan tentara usang, senja yang dibacakan bertubi2,
tak puas jika hitungan2 tak genab, serasa genab serasa terkabulkan,
maka dipercepat, maka semakin dipercepat bacaannya
lalu pikiran yang tak sanggup mengikuti, melayang-layang
lalu hati yang tak sanggup mengimbangi, mendustai
aku jutawan kata, gersang tak berasa
tengadah
waktu menyulut waktu yang lain, karena berpikir dan merasa manusia bergerak
karena sayang manusia berusaha memahami yang lain, bukan tak peduli, bukan membela benda mati
apapun alibinya : sebenarnya jiwamu telah kering untuknya
hanya karena kebiasaan dan apa kata orang jika ku pergi?
tak puas jika hitungan2 tak genab, serasa genab serasa terkabulkan,
maka dipercepat, maka semakin dipercepat bacaannya
lalu pikiran yang tak sanggup mengikuti, melayang-layang
lalu hati yang tak sanggup mengimbangi, mendustai
"dimana hatimu saat kau sebut2 Aku?"riuh namun hening
aku jutawan kata, gersang tak berasa
tengadah
"Tuhan, mengapa tak Kau kabulkan doa2ku?"mending diam, iblis mulai mengajari
waktu menyulut waktu yang lain, karena berpikir dan merasa manusia bergerak
karena sayang manusia berusaha memahami yang lain, bukan tak peduli, bukan membela benda mati
apapun alibinya : sebenarnya jiwamu telah kering untuknya
hanya karena kebiasaan dan apa kata orang jika ku pergi?
"ya Rabb, sebenarnya tak adaa doa yang tak Engkau kabulkan"lalu hujan membunuh kering
"karena Engkau kan memberi, maka Engkau ingatkan kami untuk berdoa"
"sesungguhnya pun kami tak bersandar pada doa2 kami"
"sesungguhnya menjadi ada, karena kemurahan hatiMu"
"bukan karena doa2 kami"





