berdiskusi dengan waktu, lenggang dan mampatnya, sepanjang malam dan testimoni belasan tahun kemaren. pertanyaan2 muncul dan berkecamuk :
- kenapa ya? ada orang susah hidup dan ada yang berkelebihan hidup?
- kenapa ya? ada yang sejuta sebulan ada yang sejuta semenit?
ketika 24 jam nya sama, dan kata 'nasib' bukan jawaban yang 'wajar'. sejalan dengan musim dan sarana2 yang lain, sejalan dengan peluh dan airmata, semua orang adalah kesibukan. sibuk berjalan dan sibuk diam. pendidikan terbaik bukan jawaban, tak perlu sekolah dilangit kalo hanya ingin menjadi penjaga toko : terlalu keren, seperti teman di galaxy mall yang sekolahnya sampe ke ausi itu.
sibuk bukan jawaban, karena banyak kukenal orang2 yang bingung seharinya mo ngapain bingung tapi duit mengucur masuk terus.
kalo kamu sibuk kesana kemari namun tak terjaga kehidupanmu, pertimbangkan ulang kesibukanmu itu. sepertinya Tuhan berbicara tentang produktifitas, bukan sekedar kesibukan. dan Tuhan benar2 berjanji untuk menyibukkan tanganmu 'tanpa menghasilkan apa2' jika kamu ga memprioritaskan apa yang dititipkannya kepadamu.
"jika selesai satu urusan maka bersegeralah mengurus yang lain". menurutku termasuk didalamnya bercengkerama dengan keluargamu.
tak ada yang perlu disesali hari kemaren, hari ini dan esok diperbaiki.
0 comments:
Poskan Komentar