aku mau melawan seperti angin

suatu hari di jalanan phuket
sudah waktunya berkehendak sendiri ditangani sendiri | kenyataannya bergantung pada kebanyakan orang tak bisa membuat mereka memprioritaskan jawaban2 yang seperti kita butuhkan. ketika ujian ini diturunkan Tuhanku padaku, Beliau berkeinginan kumenyelesaikannya sendiri. atau setidaknya jika melibatkan banyak orang, kunci utamanya adalah : aku

sudah waktunya menjawab tantangan mereka dengan darah air mata belulangku sendiri. biar keringat bercampur debu, penghalang-penghalang bertumburan nyali, adalah nyaliku | tak bisa memaksimalkan segala sesuatunya jika emosi dan peran yang ada adalah peranku | ketika mereka mengambilnya dengan penuh kedurhakaan, mereka kan bayar opportunity costnya.

satu persatu.

0 comments: