untuk dia aku berdoa

kendaraan umum phuket
sebegaimana lelaki lain, saat bersimpuh, mengadu | hatinya yang menyala-nyala, perasaannya yang bertubu-tubi | maka segerombolan batin yang menyesakkan tertumpah, ruah | lalu tubuh yang tak sanggup menahan perasaan itu mengakselerasikannya dalam bentuk air mata | lalu basah sajadah ini | basah tubuh ini karena keringat pula

gemetar | badan terguncang | bertubi-tubi | ya Rabb, untuk dia aku berdoa

seperti pukulan hujan, setiap tetesnya adalah berkah, seperti irama angin, setiap hembusannya adalah anugerah | maka setiap gemerincing daun yang tersibak antara angin dan hujan yang sepengetahuanMu ya Rabb, tuntun dia, tuntun aku, tuntun kami, tuntun sekitar kami, tuntun niat hati rasa pikiran batin kami

maka malam larut, hujan mulai berdakwah, tak seberapa hening karena jam dinding tak terdengar lagi | seperti Engkau menuntut RasulMu Nuh ya Rabb, hingga tersibak lautan demi kebenaranMu, mohon dibukakan jalan baik antara kami

amin

0 comments: