ujian demi ujian
kemaren diam, mengalah, atau selalu 'melarikan diri' dari tanggung jawab. saat ujian2 berhamburan datang. ketika ujian pertama tak dilalui dengan baik, menyusul ujian berikutnya, menyusul kemudian ujian berikutnya. maka pengap bersusun.
ketika ku diam. ketika ku berebut dan memenangkan sesuatu lalu mereka2 yang kalah itu menggunakan segala cara untuk membungkam langkahku. lalu hakku terperdaya. mau berapa lama gini terus?
Non, satu persatu :-)
kemaren diam, mengalah, atau selalu 'melarikan diri' dari tanggung jawab. saat ujian2 berhamburan datang. ketika ujian pertama tak dilalui dengan baik, menyusul ujian berikutnya, menyusul kemudian ujian berikutnya. maka pengap bersusun.
"gimana jo? mau diberesin ga ni?" tanya benakkuterngiang kata pak sis kisaran tahun lalu :
"le, awakmu iki diuji. yo seperti anak sekolah, nek ga lulus, diuji terus, ga selesai2"waktu itu aku diam, pamit, dan janji dalam hati untuk mberesin. kenyataannya sampai sekarang ga beres2. pemalas mang.
"pumpung masih muda, eman, kamu sering melek'an, tapi ga ada manfaatnya" kata papaku tahunan lampauberibu hujan kemudian
ketika ku diam. ketika ku berebut dan memenangkan sesuatu lalu mereka2 yang kalah itu menggunakan segala cara untuk membungkam langkahku. lalu hakku terperdaya. mau berapa lama gini terus?
"wadah'e sampeyan iku gedhe" seseorang barkata, "ga bakal penuh mboh sampeyan isi terus"kurasa aku harus mulai 'binal'.
Non, satu persatu :-)
0 comments:
Poskan Komentar