sudah ada, keputusan yang tetap, bahwa tak semudah itu, mempermainkan kami lagi. mengambil sesuatu dari kami lalu pergi seakan-akan tak terjadi apa2. aku melawan, walau harus sendiri. walau membutuhkan waktu seumur hidupku. aku melawan
senja boleh, malam boleh, pagi siang sore, aku melawan.
tak ada lagi hening dihidupmu selama belum kau kembalikan apa yang jadi hak kami. boleh tawamu. namun hatimu resahmu milikmu. duri dalam dagingmu, disetiap urat-uratnya.
tak ada yang mudah lagi mengambil keputusan perihal kami, sementara kau mendiskusikannya dengan setan untuk urusan itu. aku melawan. maaf sekali lagi, aku melawan.
jadi boleh hening, hujan, kemarau, ribuan musim, ribuan tembok mungkin. maaf, aku melawan.
senja boleh, malam boleh, pagi siang sore, aku melawan.
tak ada lagi hening dihidupmu selama belum kau kembalikan apa yang jadi hak kami. boleh tawamu. namun hatimu resahmu milikmu. duri dalam dagingmu, disetiap urat-uratnya.
tak ada yang mudah lagi mengambil keputusan perihal kami, sementara kau mendiskusikannya dengan setan untuk urusan itu. aku melawan. maaf sekali lagi, aku melawan.
jadi boleh hening, hujan, kemarau, ribuan musim, ribuan tembok mungkin. maaf, aku melawan.
0 comments:
Poskan Komentar