kalibaru, menjawab keinginan laki - laki ditempa sesuai dengan kapasitasnya masing – masing



Aku perjalanan Jember, terus sambung ke Kalibaru. Bertemu guruku, ayah angkat dari sekian banyak 'orang tua' yang mengangkatku sebagai anak. Janji temu yang tertunda berbulan. Aku belum pernah kesana, perkebunan hijau, tempat bertetangga ilalang, kira-kira begitu bayanganku saat ini. Bolehlah, sekali-kali.

Menemukan diriku dalam bus patas Jember seorang diri, ketik tulisan ini pake Nokia 9300, besok SMS kan ke Sandra [ehm] sang sekretaris buat 'upload' di blog. Karena konon Kalibaru yang kutuju susah dapat signal HP [perkebunan], apalagi internetan. Sambil kaki 'mentingkrang' gitu. 2 kursi 1 makhluk, lama ga naik ginian, hehehe. Keren. Kutulis artikel ini.

Bakal tengah malam atau dini hari sampai lokasi. Bertemu laki-laki usia 50 tahunan yang sempat menempa urusan spiritualku. Yang kalo malem jam 12 aku belum siap di atas sajadah tiba-tiba SMS ku bunyi :
"Sudah siap Mas?"
Ato kalo semalam ga kuat dzikiran, ketiduran diatas sajadah itu pagi2 beliau dah SMS :
"Semalam kenapa?"
Hehehe. Orang kok sakti, wakakak.

Kalo kita 'kerja keras' malam harinya, maka siang akan bersikap lebih lunak pada kita. Kira2 begitulah.

18.30 macet di Porong
Gusti Allah itu mendistorsi 'kekurangajaranku' dengan banyak test. Misal :
  1. Pernah kesambet utang 1,2 milyar [pas itu juga lagi pengangguran],
  2. diuber- uber dan cinta setengah hidup ma banyak debt collector,
  3. ga nikah2 diusia segini [susah cari cewek khilaf jaman sekarang :( {kidding}] sementara sebayaku dah beranak pinak,
  4. pernah punya hubungan ga baik dgn ortu, dll.
Keadaan memaksaku untuk bersikap lebih bijak & tangguh. Ga semua laki-laki sanggup balik keadaan seperti Allah ijinkan hambaNya yang satu ini untuk balik keadaan, itu yang banyak kusyukuri saat ini. Butuh perempuan luar biasa untuk ada dan menjadi indah disampingku. Hanya Khadijah yang dibuka mata hatinya oleh Allah untuk 'jujur' pada Muhammad SAW tanpa keraguan. Tapi Rasul tak pernah senakal aku, hiks :(

Hanya perempua yang luar biasa yang bakal dibuka mata hatinya untuk laki-laki macam aku ini. Entah luar biasa khilaf, ato luar biasa hebat, entahlah. Allah yang Maha Tau. Tahun ini Insyallah kumenikah. Dengar kau perempuan, calon laki-lakimu ini ga jago begadang malam ketawa-tawa gaul entah apa itu. Tapi sekali-kali kau bisa mengajarinya. Tapi bolehkan sekali-kali aku ajak kau jamaah malam? Aku ingin mempertanggungjawabkanmu dengan indahnya di depan Allahku.

Perihal 'yang kudapat' dalam perjalanan ini ada di next artikel :D

Pictures :
  • Kiri Atas : Masjid Sholat Jumat kemaren
  • Kanan Atas : Rumah sederhana sang guru
  • Kiri Bawah : 'Pabrik' Air Minaeral AIROLAS
  • Kanan Bawah : Jalanan perkebunan

tetesan air, jumlah bangkit lebih besar dari jumlah jatuh = surga


SURGA = Jumlah BANGKIT > Jumlah Jatuh. Ga akan pernah lagi kukecewakan KALIAN.
:D
[Status FB pagi ini]
Kemaren berkelahi dengan waktu, berusaha mengubah nasib. Kini sudah selesai duelnya. Ga ada lagi perkelahian waktu. Yang ada 'bekerja sama' dengan waktu.

Kemaren-kemaren banyak menuntut harus segera tercapai, karena kebutuhan sana-sini. Entahlah. Hidup seperti diburu. Kini better. Belajar lebih bersyukur, belajar jalani prosesnya dengan tenang, enjoy. Seperti tetesan air dibatu, ga perlu pertanyakan lagi kapan lubangnya, ga perlu paksa-paksa, batu tak perlu pecah.

Menang seperti aliran air. Aliran air yang melewati apapun, ga pake memecah batu, hanya melewati. Ga pake ribut dengan 'penghalang' [coba baca buku klasik Gede Prama : Praktek Kepemimpianan Berdasarkan AIR], ga pake mengalahkan, tapi sampai tujuan. Jalani saja.

Hidup itu perihal bergerak terus. Bukan berhenti menyerah. Pokoknya jumlah bangkit lebih besar dari jumlah jatuh, Insya Allah tujuan tercapai.

Hidup itu bertujuan, namun enjoy aja jalani 'pertempurannya', ga usah 'terlalu tegang' jalaninya. Target income 30 juta sebulan tercapai kemaren, tinggal memastikan bahwa income tersebut bakal konsisten. Akhir tahun Insya Allah beres semua. Nikah. BMW Silver. 1 Milyar pertama. Tahun ini.

Chatting with Hendra
hendra: jossss sudah? sp 2 lho boss.. ga khawatir ta?
hendra: stan ku dan stanmu
yohan Wibisono: ya nanti dibayar
yohan Wibisono: http://jossss-jossss.blogspot.com/
hendra: wes dipindah di jossss.com?
yohan Wibisono: You have invited sari
hendra: la opo ke jember?
hendra: kemarin sukses?
yohan Wibisono: lumayan
hendra: mantap
hendra: boss udah beli domain? ditanya pak Oki
hendra: sorry....
hendra: jossss.com
hendra: 2 tahun
yohan Wibisono: blm
hendra: kamu kenapa bos? kok kaya ada beban lagi
yohan Wibisono: ga ada
yohan Wibisono: cuma lembur
yohan Wibisono: karena selasa baru balk sby
hendra: ngapain di banyuwangi?
yohan Wibisono: ketemu guruku
yohan Wibisono: prospek temanku jember
yohan Wibisono: maka minta brosurmu
yohan Wibisono: minggu ke jepara
yohan Wibisono: prospek juga
hendra:
yohan Wibisono: jaringan noni ngembang disana
hendra:
hendra: guru spiritual?
yohan Wibisono: ya
yohan Wibisono: dah beres apa yang ucari2 selama ini
yohan Wibisono: cuma dah pernah janji berkunjung
yohan Wibisono: ya bayar utang janji
hendra: oww...
yohan Wibisono: sebeulum lebaran
yohan Wibisono: sebeum puasa
hendra: trus, gimana? apa sebenernya yang kamu cari? aku bingung
yohan Wibisono: keyakinanku terhadap diriku sendiri Bro
yohan Wibisono: itu yang hilang selama ini
yohan Wibisono: aku ni istimewa
yohan Wibisono: Tuhan ciptakan begitu
yohan Wibisono: ya
yohan Wibisono: jangan buat kecewa lagi Tuhan
yohan Wibisono: kita buktikan saja bahwa ciptaan Tuhan yang satu ini benar2 istimewa
hendra: ku save ini, kalo kamu down, ku tunjukin, gimana caranya ngesave?
yohan Wibisono: sesuai dengan mauNYA
Bangkit Bro :D

NB : That's Pic My Mom, pas lagi pesen terong tahu tempe penyet di dekat Masjid Agung Surabaya ;D

modal usaha tanpa modal


Modal Usaha tanpa Modal
Kalo definisi Modal Usaha diatas tanpa memperhitungkan uang bensin, pulsa, dan urusan perut sepanjang prosesnya, boleh kita ngomong tanpa Modal. Tapi kalo semua dihitung kalkulasi nilai rupiahnya, ya ga ada bisnis yang benar-benar tanpa Modal.

Aku pernah bangun bisnis hasil jutaan dengan Modal Usaha dibawah 100ribu. Sebagian masih jalan sampai sekarang.

Sedikit 'melompat' ya?

Allah itu Zat yang Maha Sangat Bertanggung Jawab. Ga mungkin 'Beliau' ciptakan manusia, turunkan ke Bumi, dengan tanpa alat untuk bertahan hidup, bahkan menikmati hidup. Sebenernya kalo hitung-hitungan Modal Usaha, kita udah punya lebih dari cukup untuk berjuang dan dapatkan hasil di muka bumi ini. Kecuali buat anda jenis makhluk hidup yang skeptis dan 'meremehkan' kemampuan Gusti Allah mengatur makhluknya, alasan 'menentang' bisa dicari.

Ini beberapa dari banyak Modal Usaha yang diberikan :

Pintu komunikasi 24 jam langsung direct dengan Beliau [DOA].
Coba dirasa-rasa pikir-pikir. Dibalik ke-Maha Kuasa-nya 'Beliau', begitu 'Rendah Hati' [Maha Pemurah] Pencipta kita ni. Pintu komunikasi kita pada-Nya terbuka 24 jam, langsung isa curhat, sharing, minta bantuan, 'ngajak mikir', dan kontemplasi [review ulang].

Coba urusan manusia, mau ketemu Pak RT aja kadang harus buat janji temu dulu.

Akal pikiran, hati, anggota badan.
Contoh 1
Pernah ada teman A yang diminta tolongin teman B buat bantu suplai batu bara ke perusahaan tempat teman B bekerja. Teman A bilang :
"Ada surat contoh barang [certificate analysis] batu bara yang biasa masuk ke tempatmu?"
"Ada, mau?"
"Ya mau lah, sama level harga batu bara tersebut yang biasa diterima perusahaanmu"
"Kalo harga sepanjang kutahu untuk kalori X, harga Rp Y" Kata teman B sambil kasih copy certificate analysis
"Oke" jawab teman A
Esok harinya teman A menanyakan pada teman C yang kerja di supplier batu bara.
"Bro, kalo barang seperti ini [sambil menunjukkan certificate analysis batu baranya] kamu isa suplai? Kalo minimal order sekian tiap M periode, kirim ke tempat B, isa? Kalo mereka minta harga Rp Y, kamu isa kasi aku komisi berapa? Hehehe"
Kurang lebih begitulah :D Pake akal pikiran, hati dan anggota badan buat komunikasi.

Contoh 2
"Bos, kira-kira kamu isa pasarin Washing Ball?" Hendra
"Liat barang, kualitas, hargamu"
"Ya barang yang sama kita suplai ke Jakarta, bedanya Surabaya kita buat ga pake MLM lah, kita punya yang lebih baik dari pada saingan kita di Jakarta, isi lebih banyak, harga Rp A"
"Kemahalan Bro"
"Trus berapa harga jual?"
"Aku riset dulu ya?"
Sekian waktu kemudian aku riset, telpon teman [Pak M] yang biasa pasarin barang instansi to instansi [dia pegang beberapa promotor pemasaran], sharing dan minta pendapat beliau, setting sistem penjualan, iklan lowongan kerja di Jawa Pos sekali [Rp 297.000,- | kalo ini dianggap sebagai modal usaha, kini aku dah dapat lebih dari 100X pendapatan dari modal usaha yang 'harus' kukeluarkan dari pemasaran ini]

Barang datang, pasukan Pak Melky bekerja :D

Anda mengerti maksud saya? Oya, modal mendatangkan Washing Ball bukan dari saya.
  • Berpikir bisa maka akal pikiran dan hati akan menemukan 'kebisaannya'
  • Berpikir tidak bisa maka akal pikiran dan hati akan menemukan 'ketidakbisaannya'

sekali lagi perihal status facebook


"Adalah hujan mengepung, tak punya bunga yg terlalu indah untukmu".
Minggu pukul 19:05 melalui SMS

Tulisan diatas aku copy paste dari status facebookku hari minggu kemaren. Selepas magriban di Masjid dekat kantor, trus ke ITS buat pesan banner buat blog ke Agus Santoso. Kutulis selepas magrib, sepulang dari ITS ini tiba-tiba yang kutulis 'terkabul'. Kehujanan, berteduh di Bakwan depan Galaxy Mall, trus pulang.

Apa yang kamu rasa, pasti bakal kejadian. Ketika kita tulis something di Facebook, maka akan 'diamini' seluruh 'khalayak Facebooker', terkabullah... tulisanmu. Hehehe. Lupa. Better tulis yang baik-baik saja. Ya, aku membangun masa depanku salah satunya dari tulisan-tulisan di FB, mulai saat ini, hehe.

Artikel ini berhubungan dengan tulisan lamaku dan contoh sejenis : "Hati-hati dengan apa yang kau tulis dan dengar."

Oya, foto diatas adalah foto keponakanku, Chanda namanya, pengen aja masukin, mungkin dah mulai 'ngarep' juga. Wakakak. Afirmasi Bro!!

NB :

cara mudah bersyukur : meningkatkan rasa nikmat dengan menurunkan standar rasa nikmat

Ini sebenernya ilmu lama yang Hendra pernah ajarkan padaku, tadi sore bersama Fauzan pas meeting PT. MSI [Multiple Stream Income] perihal proses import barang kita dan pertanggungjawabanku atas rencana pemasarannya, ia mengingatkanku lagi :
"Kamu buat standar bahagiamu terlalu tinggi, kaya aku, aku bahagia kalo bisa makan, sudah, dalam sehari aku pasti makan, saat itu aku bahagia, auraku langsung keluar, karena aku bahagia, kalo kamu mikir kamu baru bahagia kalo dapat klien sehari dua, maka didepan klien saat kau presentasi pun kau tak tampak bahagia, auramu susut, susah kan dapat klien?"
Dor!! Tergugah lagi. Iya ya, padahal per 2 klien aku ada income 3,3 juta. dengan omset dibawah 10 juta. Beberapa minggu ini rasanya 'gaptek' dapat klien. Pantesan. Hehehe.

Ini gunanya tim, isa saling mengingatkan. Anda punya tim?

bila tidak cantik namun tetap indah dimataku

Banyak orang bisnis dibidang yang ga umum, namun mereka cukup 'enjoy' njalaninya. Bukan hanya enjoy perihal penghasilan yang mereka dapatkan, namun benar-benar enjoy jalani nikmatin prosesnya.

Misal : bisnis daur ulang sampah, besi tua, limbah, ngurusin orang sakit [seperti aku misalnya]. Jarang ada yang mau terjun, enak pegawai negeri, gaji tetep, ketiduran dikantor pun ga bakal kepotong gaji, hehehe. Secara 'title' jabatan ga keren, namun hasil sering mencengangkan. Amin-amin ya Robbal alamin, hehhehe.

Memilih bidang bisnis itu seperti jatuh cinta, kita menikmatinya bukan hanya karena pasangan kita itu cakep ato cantik, namun banyak variabel lain yang buat kita nyaman bersamanya. Walau banyak orang ga ngerasa nyaman dekat dia [wah kalo ini perlu hati-hati, jangan-jangan kita yang lagi 'bermasalah', hehehe].

Aku seneng buat blog, trus link dari blogku ini nyambung ke produk-produk kesehatanku [ Tahitian Noni ], trus orang baca, merasa membutuhkan produknya, trus kontak aku, trus konsultasi, trus bei produknya lewat aku, trus aku 'dampingin' terus konsultasinya sampai masalah kesehatannya atau keluarganya sembuh. Duh bahagianya;-)

Biar sering ditelp hampir tengah malem coba, dari Aceh sampai Sorong coba, ga kan ngaruh kualitas aku coba beri kemampuan terbaikku buat bantu. Sering juga orang-orang dari jaringan lain konsultasi gratis karena dari jaringan uplinenya sendiri ga kebantu maksimal. Ato orang yang abis konsultasi panjang lebar, namun ga percaya kalo mau order transfer ke aku trus maunya gabung orang yang ia bisa beli langsung tanpa transfer dulu [biasanya lain kota], tapi trus konsultasinya tetep ke aku.

Ga ngurus ga peduli, tetep pelayanan sama. Hehehehe. Pokok gimana caranya sembuh.

Pekerjaan ini indah dimataku, walau tidak cantik-cantik amat penghasilannya, biar.
"Yank, kamu mau gemuk mau kurus kamu tetep indah dimataku"
"San, awakmu iki lho kok jik bingung ate kurus ate lemu, aku lho lho wis gelem karo awakmu, bah awakmu kuru bah lemu, diterima, kok masih bingung?"
Hehehe, itu lho kalimatku kemaren siang buat Yayank. Jangan bilang-bilang ya? Dia indah, mau bagaimanapun dia bagi saya;-)

Anda mengerti maksud saya?

strategi bisnis ku

Jatuh bangun ratusan kali mungkin, ribuan kekecewaan mengajarkanku banyak hal dan walau masih banyak hal lagi yang belum kupelajarin. Yang sudah pernah dipeajarin saja masih sering lupa pas prakteknya. Sama seperti kebanyakan orang latihan karate yang masih level-level awal, pas duel sama preman pasar, rada tawuran gitu, ya lupa semua sama jurus-jurusnya, wakkakak. Pengalaman pribadi soalnya. Berikut ini karakteristik Strategi Bisnis ku, jiplak saja [lumayan berpahala], atau sekalian kita kerja sama, hehe :

1. Trading
  • Cari barang yang belum umum ada dipasaran namun sangat bermanfaat [sehingga kita isa atur level harganya; biasanya barang impor, tahu sendirilah kalo barang impor sering berurusan dengan biaya tak terduga dari calon-calon penghuni neraka]
  • Buat sistem transaksi
  • Manfaatkan/ bangun jaringan [network]
  • Kirim sample
  • Bangun web support
  • Delegasikan
2. Transaksi Besar
  • Pemesanan jumlah besar sangat menekan biaya
  • Manfaatkan investor dan bagi hasil [amat sangat banyak orang berduit yang bingung uangnya mau diapakan]
  • Kuasai jaringan sales agency, setiap ada produk minta mereka presentai strategi mereka, adu, bandingkan, analisa
3. SDM
  • Heran ya di Indonesia banyak pengangguran? Padahal kita cari SDM juga susahnya minta ampun :(
  • Ini metode wawancara kerjaku.
4. Network
Aku join MLM atau beberapa perusahaan sejenis yang membutuhkan keahlian pengembangan jaringan bukan hanya untuk mengumpulkan modal, namun juga mengembangkan network. Todak dengan 1300 member di jaringan Tahitian Noniku, bukan hanya pasif income yang kudapat. Namun aku juga mendapatkan jaringan dengan berbagai macam kapasitas di seluruh Indonesia. Paling seneng kalo punya member yang hobby nya dagang dan sudah punya 'pasukans', tinggal kirim sample dan : "Mau bantu pasarin? Ok, untuk produk tersebut kota 'A' anda yang pegang". Ini perihal menemukan orang yang tepat.

5. Rada Narsis Dikit
Kadang orang mau transaksi dengan nilai tertentu dengan posisi 'jauh diseberang sana', berat, su'udhon nya ampun-ampun. Masa juga mau masuk neraka perkara uang 3-4 juta? Tapi ga semua sepemikiran gitu. Ya aku buat YohanWibisono.com.

Update terus

merayakan kemenangan

Team kita punya kebiasaan aneh. Kebiasaan ini awalnya diidap oleh salah satu dari kami dan menyebar/ menular pada yang lain. Kebiasaan itu adalah merayakan keputusan yang sudah kami buat seakan-akan kami sudah sukses melaksanakannya.

Tadi malam kami merayakan keputusan bersama kami untuk memasarkan produk baru secara konvesional [biasanya kita supply ke perusahaan MLM], berikut investor yang 'telah' bekerja sama dengan kami. Kami merayakannya di Jus Jumbo Pucang Surabaya, sambil makan bebek bakar, siomay, dan tentu juga : Jus Jumbo!

Jangan khawatir, prilaku aneh ini 'sudah berhasil menyebabkan' banyak kesuksesan dari banyak proyek-proyek kami. Walau kadang kecil, misal, mendapatkan sekretaris yang rada cakep. Terwujud saudara-saudara!! Hehehe.

Oya, ini proyek PT MSI, PT. Multiple Stream Income. Ini termasuk Strategi Bisnis yang 'aneh', semacam afirmasi, entahlah. Sukses buat kami. Hehe.

pedagang - pedagang kecil nan besar [ bisnis 'kecil' untung besar ]



Salah satu dari beberapa kebiasaan ga umumku adalah melakukan 'wawancara' terhadap pekerjaan orang. Semua level. Kebanyakan level yang dianggap bawah. Bagaimana mereka menghasilkan uang, bertahan hidup, resiko pekerjaan, dan lain sebagainya.

Aku pernah tanya-tanya sama orang jual semanggi Surabaya. Itu yang sering kita temui keliling dikomplek perumahan Surabaya. Dia jual sepincuk Rp 4000-5000. Ada 200 orang yang bekerja seperti dia ini di Surabaya dan 'dikuasai' oleh 1 orang. Perkiraanku ni : Andaikata ia hanya diwajibkan setor Rp 10.000 saja pada 1 orang itu, maka 1 orang itu berpenghasilan Rp 2.000.000,- sehari atau 60juta sebulan. Tul ga? Moga-moga ga salah analisaku.

Foto diatas adalah pedagang makanan kecil kisaran Bus Probolinggo. Setiap hari menghasilkan omset Rp 80.000 - 100.000,-. Dia bekerja dalam 1 juragan yang memiliki 50 orang seperti dia. Setiap hari ia membawa pulang uang kisaran 20.000,-. Dia pun cerita ada juragan yang lebih punya banyak pasukan, hingga 100 orang! Misal masing-masing pedaang kecil ni setor Rp 5000 saja ke juragannya, maka sang juragan berpenghasilan Rp 500ribu per hari atau 15 juta sebulan. Lumayan lah dari pada 'nyogok' jadi pegawai negeri buat ngejar income sejuta.

Pedagang lumpia di kantor pos jemur Surabaya, sehari 150 lumpia [@Rp 1000]. Dia juga punya seorang juragan dengan pasukan bejibun.

Coba lebih jeli memperhatikan sekitar kita, bejibun kesempatan, bejibun 'mukjizat'. Keindahan Tuhan dalam berkarya.

“ Banyak Buku Banyak STRATEGI Banyak Bingung :( ”

Hobby ku selain main catur adalah : beli buku. Tapi kapasitas membacaku tidak seekstrim beli buku. Jadi sebagian masih berplastik-plastik ga kebaca dari tahun kemaren. Ups!

Gambar disamping adalah seperlima koleksi buku, sebagian dikardus my Mom, dibuat mini perpus oleh teman-teman ITS trus duitnya disumbang-sumbangin, sebagian kepinjam sana-sini.

Urusan buku dulu aku paling tega, tega duit habis-bis cuma buat beli. Dulu. Sekarang tobat. Ga seserakah dulu.

Buku menawarkan berbagai macam strategi kehidupan, dari berbagai macam sudut pandang bahkan 'kepentingan'. Ketika orang-orang seperti aku yang dulu sering belum berhasil, kebingungan mencari resep sukses, akhirnya kalap baca sana sini cari resep tok cer buat sukses. Hasilnya malah bingung. Kebanyakan strategi.

Akhirnya bener kata Bapak, solusinya cuma Dzikir, menajamkan hati, mendekatkan diri sama Gusti Allah. Intuisi jadi jalan, setiap mau ngapain konsultasi dulu sama yang Maha Ngatur, ya banyak yang beres-beres sendiri.
"Pakai hatinya, pilih yang sreg" Bapak
"Dirasakan getaran hatinya, kerasa nanti, dilatih saja" Mas Kriss Maha Kosmos
Makanya aku seneng nginep dikantor sendirian, gedung 4 lantai nan gelab gulita, berharap banyak 'Tuhan muncul', khusuk maksudnya. Hehehe.

Coba deh Bro, selamat PDKT sama Yang Maha Hidup!

lagi pengen buat sajak cinta


Perempuan, aku mulai merasakan rindu, keberadaanmu menggebu.
Jadi esok pagi, saat seperti biasanya kau menakjubkanku, ingatkan aku tuk bernafas.
Karena seperti biasanya senyumanmu itu...
[coba siapa yang mampu menjelaskannya?]
Jadi perempuan, bertanggungjawablah atas kehidupan yang telah kau warnai dengan indahnya ini.
Aku meminangmu.
Berkecimpung dalam dunia bisnis hampir 10 tahun terakhir ini membuatku sering lupa. Perihal pasangan hidup. Kerasanya baru setahun terakhir ini. Sibuk ngurusin utang piutang bejibun, lupa dah 'tua'. Hehehe.

Kerasanya tiba-tiba. Saat kenal ma orang, goda-goda, kasi kartu nama dan sedikit 'ancaman' : "Awas kalo ga di add FBku!", akhirnya 2 bulan kemudian, di add, chatting-chatting, message-message, FB, bla-bla. Tiba sehari ga denger kabarnya : Rindu. Ada something ga sempurna gitu :(

Suatu hari lagi judeg-judegnya, tiba-tiba baca messagenya, jadi adem, kan aneh? Pas lagi ga bawa kulkas kok isa adem? Akhirnya sadar, memang ada kebutuhan perihal lawan jenis yang menggebu.

Tampaknya seseorang akan amat sangat kubahagiakan hidupnya dalam waktu dekat ini. Walau jelas belum jelas yang mana yang the best, masi tunggu petunjuk Tuhan, ada beberapa opsi, ya pokok harus eksekusi sebelum lebaran : kawin!!

kalo gagal, tingkatkan targetnya

Ya namanya usaha, ada pasang surutnya, wajar. Setelah pasang target trus gagal, enaknya ngapain? Berhenti atau bangkit lagi? kalo opsi pertama jelas ga mungkin, opsi kedua okelah.

Tapi bangkit lagi ada beberapa sub opsi : [1] pasang target benar-benar baru, [2] target yang berbeda atau lebih rendah, [3] atau naikkan sekalian targetnya. Sub opsi 3 ini yang jarang dipakai. Soalnya mikirnya ga pake otak, maksudnya ga pake nalar. Target lower aja ga sanggup kenapa mau pasang target lebih tinggi? Ya sub opsi tiga ini namanya mikirnya pake hati, namanya hati isinya perasaan, rasa ingin saja, ga pake 'udhel', maksudnya ga usah dinilai dulu bakal bisa ato ga bisa.

Prinsipnya mirip-mirip cara yahudi mengembangkan kekuasaannya dimuka bumi ini :
"Tentukan target yang ga masuk akal, trus pikirkan cara yang masuk akal untuk mencapainya."
Memahaminya saja perlu mbaca berulang. Tapi cara yang cukup tidak waras ini membuat yahudi minimalis mengakusisi banyak bangsa maksimalis 'umatnya'. Ini bukan berarti penulis pro yahudi, kita mah pro orang baik-baik saja;-)

Saat kemaren ku gagal jualan barang ratusan ribu, maka kutingkatkan targetku, jualan barang jutaan, ratusan juta malah. Mikirnya sama, presentasinya butuh waktu yang sama, bedanya cuma berinteraksi dengan orang dengan kapasitas lebih besar. Tapi lain-lainnya sama, idungnya satu, matanya 2, tangan 2, kaki 2, ya mirip-miriplah. Jadi ga perlu terlalu khawatir.

Saat kemaren gagal pdkt ma cewek [anggaplah] level 10, maka kutingkatkan pdkt cewek kaapasitas level 9, gagal lagi, kutingkatkan level 8, gagal lagi, kutingkatkan level 7, gagal lagi, kutingkatkan lagi. Mungkin memang rencana Tuhan buat kasi aku better, Tuhan ga mau perempuan biasa buat hidupku. Seperti Tuhan juga ga mau penghasilan biasa buat hidupku.

Jadi Bro dan Bri : jangan turunkan tujuanmu, tapi tingkatkan kapasitasmu buat level yang lebih tinggi. Amin!

transaksi kecil lebih merepotkan daripada transaksi besar

Seperti pernah kuceritakan, jama bahula ku agen produk keuangan isa jualan barang 1 lembar kontrak kerjasamanya isa USD 5000 dan USD 10000. Sebulan isa jual dari minim USD 5000 sampai USD 80000. Dulu.

Saat ini jual barang lain USD 45 saja susahnya minta ampun. Entah lagi kuwalat entah apa. Sampai someday Hendra talk to me something. Pas itu juga lagi meeting Fauzan, I Net Cafe, beberapa hari yang lalu.
"Sejujurnya aku ga percaya gini-ginian, tapi dulu kamu pernah cerita biasa jual barang besar, maksudnya transaksi besar, ya better kamu fokus, buat transaksi besar saja, ga usah mikir yang kecil-kecil"
Ucan [panggilanku terhadap Fauzan, biasa, teman dari SD di SDN Brawijaya Banyuwangi dulu] diam. Aku mikir :
"Mungkin juga"
Beberapa waktu kemudian kita banyak diskusi dan kontemplasi terhadap diriku sendiri. Langsung kesimpulannya saja ya :
  1. Transaksi dengan urusan besar, maka kita berurusan dengan orang-orang berkapasitas besar. Orang berkapasitas besar karena memiliki kemampuan besar. Kemampuan besar didapat karena 'tidak ribut' perkara-perkara kecil. Orang yang terlalu sering ribut perkara-perkara kecil, kelakuannya pikirannya miskin, hidupnya relatif miskin. [maaf agak kasar].
  2. Sama-sama presentasi sekali, nilai transaksi berbeda menghasilkan nilai keuntungan berbeda.
Seminggu ini kita lagi buat transaksi besar, presentasi dengan nilai 1000 kali nilai yang biasa aku presentasikan. Andai kata ditolakpun ga kan sakit hati, wajar. Sinyal positif berdatangan.

Kesimpulannya : Ukur kapasitas anda, biasa main dipasar mana, jago main di level mana, ya itu medan perang anda. Selamat berjuang! Sukses untuk Anda;) Bill Gates pun bakal kesulitan kalo disuruh jualan lumpia semarang.

NB : Iya, pic nya 'YS', soalnya pengen ngomong : YOHAN SUPERMAN!

mas, kamu ni laki-laki kuat

Bicara denganmu sehari pagi tadi. Mengamankanmu dari ketakutan untuk berinteraksi denganku. Memberanikan diri untuk membuka hatimu.
...
"Habis kamu Mas, muka'mu serius terus, aku mau bicara, takut, apalagi kemaren, dateng-dateng bertiga, trus gitu..."
"Ya kamu tau bebanku, dengan keadaan seperti ini, urusanku serius, ya mikir serius, ya wajar serius muka'nya, hehehe"
"Kamu ni laki-laki kuat Mas" kamu mengatakannya dengan tertunduk dan saling meremas tanganmu sendiri.
Aku diam, merasakan energi itu tumbuh terpancar berkat kalimat sederhanamu itu. "Ya Allah, mahlukMu yang satu ini", decak jantungku.

Diam, menatapmu tertunduk dan rada gelisah gitu, jantungku bergolak saat kukatakan ini :
"Aku ni sayang kamu, sebagai laki-laki apa yang bisa aku banggakan kepadamu? Keadaanku sedang terpuruk-puruknya. Yang aku bisa banggakan cuma ini, bahwa aku bisa jujur padamu. Laki-laki saat tidak jujur maka ia sudah kehilangan kelaki-lakiannya. Mungkin itu juga ya? Aku kuat!! Hehehe [terimakasih menguatkanku]"
Kita diruang-ruang yang sama saat menatapmu tampak gelisah. Aku bangga pernah mengenalmu. Aku bangga pernah berinteraksi dan terlibat dengan hidupmu. Kamu sedikit dari perempuan hebat yang aku kenal.

Kita ga akan pernah tau apa yang akan terjadi hari esok. Kita perbaiki dan hebatkan diri kita masing-masing. Dan Allah akan menilai. Jika tiba-tiba Allah berkenan dan mengatakan :
"Han, kamu yang bertugas bahagiakan dia."
Aku cuma mau bilang :
"Aku siap!!"

depresi dan mulai bangkit


Yohan Wibisono : Demi Tuhan, 2003-2007 dulu aku jualan 'selembar kertas' harga $5.000, aku isa jual sampai $40.000 sebulan.
Sekarang jualan barang Rp 350.000 [$40] saja susahnya minta ampun!
Ironis ato musibah?
Memang harus berurusan dengan orang besar untuk transaksi besar. Yang ga kan 'ribut' urusan-urusan kecil.
Tuhan, aku mau kembali seperti yang dulu.
Sedikit lebih tangguh sedikit lebih baik.
Tulisan diatas status FaceBookku : Selasa 13 Juli 2010, 22:13. Aku depresi.

Ketika berkali-kali mencoba kembangkan sayap, dan berkali-kali pula sayap tak terkembang. Jatuh berulang. Memuruk. Satu persatu partner pergi dan menanggalkan kepercayaannya. Maka ada semacam ketakutan untuk bangkit. Yang tumbuh adalah rasa tak percaya diri. Gamang.

Tekanan-tekanan yang luar biasanya seperti itu memaksa orang untuk 'memperkenalkan diri lagi' dengan Tuhannya. Dan mencoba berinteraksi lagi. Sedikit ga punya malu. Tapi kerinduanNYA yang menyusun skenario ini hingga akhirnya memang manusia takkan pernah isa lepas dari Tuhannya.

Aku gagal. Ribuan kali. Ya aku bangun lagi. Tapi dalam keadaan gamang. Puruhita, partner dari Grand City sore tadi : "Bos, yang kukagumi dari anda adalah anda berkali-kali bangun, ga ada kapoknya." Ibu Titah Rahayu dari Rumah Kanker [ternyata ngikutin blogku] yang kebetulan lagi mampir ke kantor pun turut menyemangati.
"Sebenernya ga percaya gini-ginian, tapi mungkin kamu bukan tipe orang jual barang kecil, harga kecil, pusingnya sama, ngomongnya sama, kenapa jual barang besar saja?" Kata Hendra beberapa hari yang lalu.
Fauzan diam, nemun ekspresinya tampak menyetujui. Kami banyak bicara hari itu. Rencana-rencana baru. Program penyelamatan bersama [untukku sebenernya]. Dibalik kesulitan ada kemudahan. Kami kemudian setting business project baru perihal nano flask. Sampai sekarang dalam progres, karena masi plan, pas jalan, kuceritakan disini kapan-kapan.

Kemaren lusa, aku, Wilson, Hendra ke Pizza Hut Kertajaya. Kami merayakan 'kesuksesan' bisnis kami ini didepan. Kami punya kebiasaan ga umum. Kami rasakan sukses bisnis kami dengan merayakannya didepan. Fauzan ga isa ikut karena ia sedang mempersiapkan diri untuk jadi pembicara Enterpreneurship di Gramex Surabaya. Iya, dia juga salah satu pembicara EU [Enterpreneur University] Jatim.

Pakai roti Pizza Hut kami toast dan aku berjanji : "Mulai sekarang fokus deal bisnis besar! [Disitu aku dicipta dan siapkan sama Tuhan]"

Entahlah. Sampai hari ini sumber daya yang kami butuhkan 'berdatangan' satu persatu. Insya Allah minggu depan dana investor datang. Beberapa kota set up. Kata Stanley kisaran 2 minggu lalu : "Han, kalo jalan Tuhan pasti mudah." Hari ini rada percaya diri. Entahlah. Aku seperti dapat darah baru.

Anda tau, apa maksud tulisan saya disini? Orang-orang terbaik anda bisa jadi akan muncul saat kondisi anda benar-benar tak menguntungkan dan mereka tetap ada buat anda.

selamat pagi ya Allah


Selamat pagi Ya Allah.
Sejenak seperti biasa pengen bicara dengan Engkau. Menemukan diriku menginginkan kerinduan itu. Hamba dengan Tuhannya. Ruhku yang Engkau tiupkan diantara perjanjian kita dulu, gamang saat tak berinteraksi dengan Engkau.
Ya Allah, tidak Engkau ciptakan Bumi ini kecuali kami belajar bersyukur dan memahamiMu. Kami sia-siakan dengan terperdaya didalamnya.
Selamat pagi Ya Allah.
Tidak mudah bagi kami untuk berurusan dengan dunia ini saat kami jauh dari Engkau. Engkau Maha Lembut dibalik kekuasaan Engkau yang tak terbatas itu. Engkau Maha Pemurah Pengasih Penyayang dibalik sifat Engkau Yang Maha Tinggi itu.
Bagaimana mungkin seorang hamba yang selalu mencederai hubungan antara Hamba dan Tuhannya masih hidup sampai hari ini, selalu diberi kesempatan, 'dimaklumi', 'dimengerti'. Kutanamkan luka sepanjang perjalanan ini hanya untuk Engkau ampuni dengan 1 kata : "Astaghfirullah"

Ketika seorang hamba memberanikan diri untuk meminta kepada Engkau, bukan karena haknya sebagai hamba. Namun karena belas kasih Engkau. Manusia ini sudah cukup beruntung hanya dengan menyebut Nama Engkau Yang Agung itu. Bagaimana mungkin Engkau begitu 'kegirangan' ketika ada seorang hamba yang penuh dosa ini memanggili Nama Engkau, mohon ampun, dan meminta bantuan. Dan Engkau menjawabnya dengan : "UmatKu Memanggilku"

Selamat pagi Ya Allah.
Kalau boleh Engkau ijinkan seluruh sel tubuhku ini biarlah menyebut nama Engkau saja. Jiwaku ini biarlah menyanyikan keindahan hubungan kita sepanjang waktunya. Hatiku ini biarlah Ya Allah biarkan dengan ijin Engkau terus memanggili Engkau. Atau sia-sia hidupku ini. Atau malang jantungku ini. Membusuk di Bumi Engkau ini melakukan hal sia-sia.

Selamat pagi Ya Allah.
Bolehkahku memanggilmu Kekasih? Jantungku tak karuan mengingat perselingkuhanku selama ini. Walau Engkau selalu mengampuniku.

Wahai Kekasih jiwaku Yang Maha Teduh. Tak ada yang rahasia bagi Engkau Kekasih. Tak ada yang tak mungkin bagi Engkau Kekasih.

Wahai yang Maha membolak-balikkan hati. Kemurahan hatiMU...

memberi dan mengontrol pekerjaan pegawai

Dari beberapa jenis pekerjaan yang dilakukan pegawaiku, ada beberapa yang aku ga paham sama sekali. Misal buat website interaktif. Atau memodifikasi website dari script yang sudah ada. Maka jujur aku bingung bagaimana kontrol dia punya pekerjaan, yang aku tahu endingnya website ini harus bisa mengakomodasi ini dan itu.

Akhirnya kubertanya sama Fauzan Teguh Hananto, pendiri dan owner PlanetDesain dan juga pembicara EU [Entrepreneur University Surabaya] . Kebetulan terbukti kantornya dapat berkembang dengan baik tanpa perlu diawasi langsung. Dah mandiri. Kurang lebih dia ngajarinnya begini :
  1. Jelaskan apa yang kita mau dalam 1 proyek, tujuan proyek itu apa, harus jadi bagaimana.
  2. Tanyakan sama pekerja, sanggup ga?
  3. Kalo sanggup kira-kira butuh waktu berapa lama?
  4. Setelah itu kita minta sama dia untuk buat laporan awal proses kerjanya berikut dengan deadline kerjanya. Proyek besar tentu bisa dibagi jadi beberapa pekerjaan kecil. Nah itu harus ada catatan tanggal pencapaian kerja-kerja jangka pendeknya.
  5. Tanyakan apa saja yang ia butuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut.
  6. Maka berdasar apa yang ia tulis sendiri kita isa kontrol pertanggal kerja, apa sudah selesai atau belum?
  7. Saat hari H kecil, jika belum selesai, ditanya kendalanya apa dan apa yang bisa kita bantu buat mempercepat.
Pengalaman lain. 1 pekerjaan yang berhubungan dengan mengisi komentar pada blog-blog lain, tujuannya adalah untuk meningkatkan traffic blogku. Semakin bnayak komen yang diisikan maka semakin banyak kunjungan ke blogku. Aku uji dulu kemampuanku isi komen. Misal dalm 1 jam bisa cari dan isi berapa blog.

Setelah itu kulombakan pada beberapa pegawai. Pada hari itu terpilih siapa pengisi komen yang paling banyak dan aku lihat hasil laporannya berikut dengan kualitas komennya. Jika sudah sama/ mendekati/ melebihi komenku, maka itu jadi standar pengerjaan blog buat all pegawai. Atau pegawai dengan pengisi komen terbanyak yang bertugas mengerjakan tugas tersebut hariannya.

Kurang lebih begitu.

kok nangis?

Jam 1.35 pagi [13 Juli], baru saja selesai makan nasi pecel bungkus yang dibungkus dari jam 21.00 [dibelikan Bapakku tadi pas sempat pulang sebentar kerumah] 5,5 jam yang lalu. Jadi isa dibayangkan seberapa melekatnya nasi dan bumbu pecel itu [hiks!]. Ini adalah makanan keduaku setelah 2 hari ini, yang pertama kemaren jam 4 sore, lupa makan, baru nyadar saat tangan gemeter, hiks!

Dari hari sabtu merah pagi [11 Juli] aku dikantor, nginap hingga selepas Isya' tadi pulang. Menukar beberapa pakaian kotor dan sekarang balik dikantor lagi. Penyebabnya ada 2 hal : [1] lagi pengen-pengennya mberesin semua kewajiban dengan cara seksama dan dalam tempo sesingkat-singkatnya [2] ada proyek baru yang lagi gencar-gencarnya kukerjakan buat 'jawab' kebutuhan no 1. [3] pengen beli rumah mobil [lagi]. NB : dulu punya rumah dan 2 mobil walau masi kredit, tapi pas kolaps, kejual [hehehe].

Pegawai IT ku lagi sakit, jadi 'menyingsingkan lengan' kejar setoran sampai nginap beberapa hari ini di gedung lantai 4. Ruang sendiri. Sepi. Asyik. Jadi lebih khusuk dalam ibadah dan kerja. Kalo pas pusing capek mikirin kerjaan, ngaji sholat dzikiran, pas dapat ide langsung lompat ke depan computer. Sampai mentok pusing lagi, lompat lagi ke sajadah. Gitu terus sampai memble ga kece kece. Nyaman juga ternyata. Seperti menemukan dunia sendiri. Dunia baru. Kesendirian. Tenang.

Sebenarnya aku ga terlalu sendiri, diruang sebelah ada teman juga dari kantor berbeda yang kebetulan kenal karena sama-sama menginap dikantor. Kalo dia berjuang karena istrinya lagi hamil 5 bulan di Jombang. Sedang kini ia baru mulai kerja lagi [pindah dari kerjaan lama]. Kita sama-sama lagi kejar setoran, hehehe. Kita sama-sama keluar cari makan, ngopi, merokok sebatang, dan balik lagi kantor. Kita sama-sama saling memotivasi dan mendoakan. Fendik namanya.
"Mam, sorry, beberapa hari kedepan aku bakal dikantor terus. Lagi banyak-banyaknya kerjaan, pas ada proyek baru, aku pengen beresin semua" tadi pas dirumah
Bapakku mendengarkan dari ujung pintu. Ga tau apa yang ada dipikiran beliau. Tapi aku tahu aku sudah terlalu banyak jadi beban pikiran beliau. Sudah cukup berumur untuk masih ikut-ikut mikir masa depan anaknya yang masih menata ulang dari 'musibah' kemaren. Tapi beliau tampaknya sudah cukup ikhlas, dia sudah titipkan aku sama Tuhan.
"Sudah, ga usah dipikir yang kemaren-kemaren, yang penting jangan diulang, dzikir yang banyak, trus usaha!"
Keluargaku bukan keluarga yang sempurna. Tapi aku juga ga butuh keluarga yang sempurna, aku cukup punya mereka. Itu cukup buatku.

Btw, aku kok nangis ya sambil nulis ini? :(

hujan boleh berhenti, tapi tidak cintaku [ komitmen ]

Ternyata ga mudah gambar 'Cinta' pake mouse di laptop. Ga isa sempurna, walau tulus aku buatnya berulang-ulang. Ga sama kanan kiri. Ga imbang. Biarlah.

Mengembangkan bisnis itu seperti jatuh cinta dan menjaganya sedemikian rupa untuk tumbuh dan berkembang. Tanpa cinta, ga akan ada perhatian detil dengan tulus. Ga ada komitmen, apalagi kejujuran, dan 'respect'.

Menulis di blog, membagi informasi kesehatan, trus hingga banyak orang membacanya, menghubungiku, konsultasi, mencoba konsumsi Tahitian Noni Juice sebagai perantara kesembuhannya, 'kudampingi' hingga kualitas kesehatannya membaik [sembuh], itu Cintaku. Hasratku. Kebahagiaan keseharianku. Bahkan mungkin aku mau melakukannya tanpa dibayar. Kenyataannya amat sangat banyak orang dari jaringan lain konsultasinya ke aku. Belanjanya ke orang lain karena ga percaya 'transfer dulu' [lain kota] tapi konsultasi kesehatannya kesini. Ya gapapa. Sekalian mereka bantu-bantu bersihin dosa-dosaku dengan melatih 'otot' ikhlasku.

Keadaan boleh naik turun, kadang masalah-masalah pribadi masih 'pegangan kuat' sama hidupku. Tapi kalo sudah ada pasien telpon dan aku tahu, Insya Allah pasti diangkat. Dijawab. Dicari'in solusinya. Jalan terbaiknya. Itu Cinta. Seperti Cinta kita terhadap pasangan hidup kita. Mau gimana pun keadaannya, ya terbaik yang diperjuangkan.

Temukan apa yang kau cintai, lakukan, lihat bagaimana kehidupan akan 'membayarmu'.

han, urusan kita milyar!! [ keyakinan pada partner/ team ]

Awal dulu memulai kerja [2003] aku memulainya dengan menjadi penjaga warnet di warnet temanku. Itu di Smile Net, Gunungsari Indah A1, Surabaya. Nyapu ngepel jaga warnet pengetikan jaga wartel juga. Dari situ aku belajar banyak tentang melayani Customer, belajar senyum, belajar bilang "Ya", belajar membantu menyelesaikan 'masalah' Customer melebihi harapan Customer, dan banyak. Terutama belajar tulus. Pada masa itu aku belajar untuk dipercaya orang menangani 'proyek sederhana'

Bersama dengan waktu akhirnya isa dapat pekerjaan berurusan dengan investasi, dollar, dan lain sebagainya. Seiring dengan semakin banyak kepercayaan orang terhadap kerjaku, maka penghasilan meningkat pula. Namun sayang, singkat cerita, aku gagal menjaga kepercayaan itu. Ketika urusan sudah menjadi hitungan 'milyar', perusahaan kolaps, dan kami semua terperdaya. Sampai hari ini aku masih berusaha mengembalikan tanggungjawab 'urusan milyar' itu kepada orang-orang yang pernah percaya padaku walaupun mereka kini sudah mengikhlaskannya. Tapi aku belum 'rela' sampai tanggungjawabku lunas. Ya sebenarnya bukan tanggung jawabku, tapi referensi kan dari aku juga. Aku pernah menikmati hasilnya dari berjualan produk itu.

Bersamaan dengan musibah keuangan itu, bersamaan dengan itu pula ekonomi pribadi kolaps, berusaha berbisnis macam-macam. Dari dinar, EO, besi, kertas, kayu, batu bara, makelaran, sampai akhirnya nemu internet dan network. Definisi sempat kolaps disini adalah memiliki hutang ratusan dengan kondisi menganggur [waktu itu]. Salah satunya ke temanku.
"Bro, aku minta maaf, kayaknya bakal lama danamu tertahan di aku"
"Bos, urusan kita milyar!" katanya
Dia diam sejenak lalu melanjutkan

"Kita dulu pernah bisnis transaksi milyar, aku percaya kamu isa kembali seperti dulu. Tenang aja, aku ini istilahnya 'berinvestasi padamu', dan aku percaya sama 'investasiku' ke kamu Jo!"
Ada energi lebih saat kita dipercaya orang lebih. Dia bisa percaya sama aku kenapa aku ga isa percaya terhadap diriku sendiri?
Hari ini kita punya bisnis bersama, dan akumulasi dari proyek-proyek kami mendekati milyar. Masi terus terngiang kata-katanya itu. Ya itu motivasi terbaik dari beberapa orang terbaik yang Tuhan kirim buat dampingi perjuanganku saat ini [kok jadi mellow sih? Wkwkwkwk].

cintaku tak pernah bertepuk sebelah tangan, cuma keduluan [ wakakakak ]

Beberapa kali berinteraksi dengan perempuan, beberapa kali pula berinteraksi dengan perempuan yang telah berpasangan. Ya, selama bukan ta'aruf dan belum menikah, maka ia berhak tahu kalo ada laki-laki lain yang mau mendedikasikan hidupnya buat bahagiakan dia [wusss.... berat ini bahasannya, hehehhe]. Biar dia memilih.

Walau kami berinteraksi 'lebih' namun ketika kumulai memaksakan untuk ia mengambil keputusan : "Pilih dia atau aku" maka jawabnya selalu :
  1. Aku ga tega sama dia
  2. Apa salah dia hingga aku harus tinggalkan dia?
  3. Kalo dia sudah memiliki pilihan lain [aku mau]
  4. Sejujurnya mas lebih melengkapi aku, aku lebih nyaman, bla... bla...
  5. Dan lain sebagainya sejenis
Ya karena perempuan-perempuan itu orang baik. Ketika memutuskan berhubungan dengan orang belum menyadari bahwa hubungan ga isa kalo cuma ngandalin cinta. Baru sadar. Ketika banyak benturan hidup, ternyata pilihan hidupnya ga isa benar-benar kasi 'solusi'. Ternyata yang bisa dia andalkan untuk bantu dia saat-saat susah adalah... [kok aku jadi curhat seh?]

Adalah menyakitkan jika akhirnya kita harus kehilangan dia, kadang berpikir better 'jadi orang ketiga' saja, TTM-TTM dikit bolehlah nikmatnya [husss!], karena pas kehilangan sakitnya lebih parah [1]. Jangan dikasi deadline untuk memilih, biar saja, bersama dengan waktu kan dia pilih sendiri, dan yang terbaik akan dapatkan yang terbaik [2].

Dari sudut pandang bisnis.
Kadang kita sebagai salesman, jual asuransi misalnya, mendapati calon konsumen kita sudah punya polis asuransi lain, kita ga perlu rayu-rayu dia untuk cabut polisnya dan pindah ke perusahaan kita walau punya kita better. Yang bisa kita lakukan adalah melengkapi kebutuhan dia. Jika ia punya kebutuhan asuransi lain yang belum tercukupi dari asuransi lamanya, maka kita tinggal tawarkan 'pelengkapnya'. Bersama dengan waktu, dengan service kita yang baik maka ia akan memilih top up yang mana, ia akan memilih keluarganya yang lain akan dibelikan asuransi perusahaan mana.

Anda mengerti maksud saya? Hehehehe.

This Notes Dedicated to Zei, Iks, Pri, Riz, Sek.

berguru

Semalam mampir lagi ke Paragon, janji temu dengan Mr. Kenneth jam 10 malam. Namun beliau nampak sibuk telp sampai Hendra datang. Kemudian Hendra keluar bersama Mr. X [Thailand]. Selesai telpon kutanya : "Ada masalah Pak?"
"Ya ada"
"Penghemat listrik?"
"Bukan, yang lain"
Ketika beliau tidak berminat untuk membicarakannya lebih lanjut, aku diam. Pilihan terbaik sampai beliau menceritakannya sendiri.
"Bagaimana program penghemat listriknya? Sudah deal?"
"Deal tadi"
"Berapa nilai dealnya?"
"40 milyar, sudah DP 4 milyar"
"Pegang Jatim"
"Ya Jatim"
"Untuk lain-lainnya, Jawa Tengah, Jabar, sudah ada?"
"Belum, fokus dulu yang ini, nanti baru fokus yang lain"
"Ga nyangka Pak, akhirnya deal juga, salut Bos!"
Duduk disampingku beliau diam, menatapku, tersenyum, dan...
"Han, bisnis itu cuma butuh kunci dn orang yang tepat, selama kamu ga dapat orang tepat, mana mau jalan? Proyek listrik ini sudah berapa tahun?"
"2 tahun"
"Iya 2 tahun, 2 tahun blum menemukan orang yang tepat, sekali bertemu orang tepat, BUMM!! Bisnis jalan. DNA, proyek test DNA juga 2 tahun, 2 tahun dipegang orang yang ga tepat, sekali ketemu orang yang tepat seperti dokter di Manado itu, BUMM!!"
Aku diam, mencoba cerna apa yng beliau maksud dan membandingkannya dengan apa yang kulakukan selama ini.
"Kamu mau punya barang bagus, kalo ga ketemu orang bagus, percuma, liat LouHanGuo, gimana sekarang? Dapat stock gratis, mana jalan? Tunggu sebentar aku dapat orang tepat, bakal BUMM!! tunggu lihat ya"
"Pokok bisnis itu tunggu sampai jalan, jangan pindah-pindah, kamu buka bisnis trus ga jalan trus pindah ke bisnis lain, naik sedikit, turun, cari lagi bisnis baru, mau sampai kapan? 'Buka toko' terus, sampai ketemu orang yang tepat buat kerja ini, BUMM!! Kalo toko sudah kamu tutup, mana ada orang tepat mau ketemu??"
Sejenak mendengar petuahnya, jadi lebih bergairah, bener juga, bisnis itu tantangannya yang buat bergairah adalah karena bagaimana kita isa bertahan sampai menemukan kunci dan orang-orang tepat buat menjalankannya dan akhirnya BUMM!!

Kami bicara-bicara sampai jam 2.30 pagi. Desain harga dan bagi hasil buat online shop New Kenrical. "Ok Mr Ken, lihat apa yang bisa aku beri buat bisnis kita ini"

NB :
Satu lagi yang bisa aku simpulan dari cara kerja Mr. Kenneth : ngotot, coba segala cara sampai BUMM!!

diskusi pinggir jalan 1 : berapa harga yang kamu bayar akibat penundaan?

Kemaren malam, sepulang kantor, aku Hendra [System Development] Wilson [Direktur Millionaire Club Indonesia] dan Roby [pegawai IT] merayakan partner-partner baru yang masuk ke jaringanku beberapa hari ini, makan bareng.

Sampai cafe mau tutup, kita 'diusir' dan melanjutkan talk dipinggir jalan. 2 perokok vs 2 'orang baik-baik'. Case 1, pembuatan sistem Planet Amal [program berbisnis dan beramal] kami yang target launching molor.
"Rob, sistem Planet Amal itu target hasil 2 milyar perbulan buat anak yatim, jadi kalo kamu tertunda terus kerjaannya, setiap bulannya ada berapa anak yatim yang semakin kelaparan"
Roby tau bahwa kami tidak terlalu serius dengan ucapan kami, namun itu juga cukup 'menekannya'.
"Coba dihitung, 2 milyar dibagi Rp 900.000 [asumsi jatah makan 1 anak yatim sebulan @10.000 sekali makan], ada 2222 anak yatim dalam bulan ini yang kelaparan Rob!!"
"Coba kamu hitung penghasilanmu yang terbuang, kamu dapat RP 100 pertransaksi, untuk 2 milyar kita perlu 1 juta transaksi perbulan, berarti potensi incomemu adalah Rp 100juta perbulan. Dibagi 30 hari dibagi 24 jam, berari ada kisaran 138ribu perjam penghasilanmu hilang!! Kamu ga ingin belikan anakmu mainan, istrimu baju baru, hehehehe, ayo semangat!!"
Roby pusing mendengarnya. Kami ketawa-ketawa. Trus pura-pura pasang tampang serius didepannya.

Bos, Planet Amal adalah memang bisnis kelanjutan kami. Tapi itu cerita nanti. Intinya adalah : Berapa 'harga' yang kamu harus bayar kalo kamu menunda pekerjaan kamu? Dalam hal ini kami adalah 2222 anak yatim yang kita pengen bantu dengan program kami perbulannya. Coba hitung milik anda. Hitung-hitungan diatas adalah contoh yang kami alami perihal potensi kerugian kami karena 'ga becus' menyelesaikan pekerjaan sesuai target jadwal;(

boleh aku menciummu? [ aku memilih untuk bertindak ]


"Non, boleh aku cium kamu?"
Wajahnya menunduk, ragu. Aku memeluknya. Kuangkat wajahnya, saat hendak kukecupkan ... ia menghindar menunduk. Kami tetap berpeluk lama, kemudian mencoba mengangkat wajahnya sekali lagi...
Ia menghindar lagi.
Kami berpeluk, kemudian kulepas pelukanku, dan mencoba pergi.
"Maaf kalau begitu"
Saat beranjak pergi itulah, tiba-tiba ia menarik badanku dan mencumbuku dalam. Ya, kayak di tipi-tipi itulah. Bioskop-bioskop! Jreng!

Lama aku berpikir setelah kejadian itu, mungkin ia malu awalnya, atau ia melakukannya hanya karena tak ingin aku pergi. Entahlah. Tapi tak pernah kami sesali kejadian hari itu hingga hari ini.

Awalnya aku ragu. Resiko dari menawaran diri adalah ditolak, resiko tidak berani menyatakan adalah penyesalan seumur hidup. Aku memilih untuk bertindak dengan opsi pertama. Bukan hanya bertindak, namun memperjuangkannya [hingga 2 kali] dan pada saat-saat kamu/aku mulai 'menyerah', keberuntungan mungkin akan datang. Lebih dari yang kamu harapkan :)

Mungkin itu juga rumus dan kinerja bisnis. Kita harus berulang-ulang menawarkan diri sebelum mendapatkan yang terbaik, ga pake ragu. Menunjukkan bahwa kita tulus. Selain itu juga 'penuh kelembutan'. Bisnis dibangun dengan ketegasan tujuan namun diterapkan dengan penuh kelembutan pada semua aspek. Saat hati konsumen kita tersentuh, maka ia sendiri yang akan datang dan melakukan transaksi dengan kita.

Kalo anda salesman, hanya berkutat pada catatan database anda tanpa segera memulai langkah pertama anda, anda akan menemui diri anda sendiri dalam 1-2 tahun kedepan dengan kondisi yang sama atau lebih menyediahkan daripada hari ini.

Kalo anda pemilik toko yang hanya duduk diam menanti pelanggan anda datang, tampaknya strategi anda perlu dirubah kecuali anda sudah merasa cukup dengan kondisi yang ada.

Kalo anda ... kalo anda saya? Hehehehe.
"Kalo bisnis aku ga mau menyerah, kalo perihal kamu, kau pikir apa yang akan kulakukan?"

melibatkan hati, jiwa, dan seluruh sel tubuh dalam berdoa dan berusaha

Tahukah anda bahwa bersatu itu better than 'jalan sendiri-sendiri'? Tahukah anda bahwa 'pasukan anda' berjumlah triliunan dan siap membantu anda sewaktu-waktu anda membutuhkannya?

Ini 'ilmu mahal', baca yang bener, hehehe.

Jika boleh dibagi siapa saja yang bisa diajak 'jamaah' dalam berusaha dan berdoa ada :

Hati.
Tempatnya di dada sebelah kiri bawah, kisaran jantung. Kalo laki-laki 2 jari dibawah puting susu. Disitu tempat dzikir dan doa.

Jiwa.
Tempatnya di ulu hati kebawah [ perut ]. Persisnya coba sendiri, sebut nama Tuhan disitu, berulang-ulang. Lama-lamanya 'dia' akan bicara sendiri.

Seluruh Sel Tubuh.
1 sel tubuh kecerdasannya bisa menyimpan 3000 buku tebal informasi. Dan masing-masing 'hidup'. Coba libatkan dalam berdoa. Libatkan dalam Sholat. Biasanya sebelum dzikir/ sholat/ shahadat aku doa :
"Ya Allah, dengan ijin Engkau, seluruh jiwa, hati, dan sel-sel tubuhku menyebut nama Engkau"
Rada susah menjelaskan lewat tulisan. Namun kurang lebihnya demikian. Insya Allah lebih khusuk. 'Efek samping'nya adalah : jalan hidup lebih lancar, hati lebih tenang, lebih banyak ide solusi hidup. Dan lebih enak kalo buat pengajuan 'Proposal Terindah' kepada Tuhan. Semoga manfaat dan barokah.

Kalo pengen ngajak debat, jawabnya : "Ga mau, debat saja sama tembok ya! Hehehe"

proposal terindah | buat proposal | contoh proposal

buat proposal
Tuhan, berjalan waktu yang Engkau sediakan untukku, beribu ampun telah banyak kusia-siakan. Tak bertujuan baik, tak mengindahkanMu.

Kini disepertiga-setengah usiaku, penyesalan bertubi. Sungguh kubelum berbuat apa-apa. Belum lagi bermanfaat bagi hidup dan matiku. Malu aku Tuhan.

contoh proposal
Tuhan maaf. Baru kali ini hamba mulai membuka lembar baru, dengan lebih melibatkan perihal Engkau dilangkah-langkahku selanjutnya. Mendiskusikan perihal hidup, bisnis, dan keluarga denganMu. Maka kuajukan proposal ini.

Iman.
Tuhan, jagalah selalu imanku. Tak ada tempat berpaling bagiku selain kepada Engkau. Engkau pusat dan meliputi. Sungguh sia-sia waktuku tak bersama Engkau. Sungguh sia-sia jika kembaliku pada Engkau tanpa rahmat Engkau. Tuhan, aturlah hidupku sedemikian rupa sehingga aku bisa selalu bersamaMu dalam menjalankan aktifitas duniaku. Menjalankan ibadahku tanpa tergesa-gesa. Tak sia-sia.

Menikah.
Tuhan, aku mau menikah tahun ini, dengan perempuan terbaik terindah. Karena sendiri bukan sunnah RasulMu. Karena lebih mudah berpahala dengan menikah. Memperkecil potensi maksiat. Bukankah kebesaranMu juga banyak terbukti dalam pernikahan? Tuhan, jamaah malam-malamku bakal ga sendiri lagi. Sungguh SurgaMu kurindu, dan menikah adalah salah satu cara mempermudah jalan kami kesana.

Makmur.
Tuhan, aku mau kemakmuran. Kemakmuran lebih menjembatani kami dengan banyak kerjasama dan sosial. Kemakmuran memungkinkan kami untuk mendirikan bisnis dan menjadi perantara rejeki banyak orang. Kemakmuran memungkinkan kami menjadi perantara nafkah anak-anak yatim piatu titipan RasulMu. Sungguh kemakmuran lebih memudahkan kami ketimbang sebaliknya.

Keluarga dan Keturunan Bugar Sehat.
Tuhan, aku mau keluarga dan keturunan bugar sehat. Keadaan ini lebih memudahkan kami untuk bersyukur dan menjalankan tugas-tugas Engkau. Memudahkan kami mendakwahkan ayat-ayatMu. Memudahkan kami melibatkan lebih banyak orang dalam bekerja dan beribadah.

Tuhan, aku menginginkan proposal terindah karena ingin hidup kami menjadi terindah di hadapanMu pula. Aku sayang Engkau. Cintaaaaaaa pokoknya.

Yohan Wibisono
HambaMu yang paling fakir

i trust you, do you? | rencana bisnis


rencana bisnis
"Han, lu mau bisnis kayak gini sampai kapan? Sekarang trend ini, jual ini sampai habis, trus besok trend apa, bangun lagi network, jalani, sampai trend habis. Mau sampai kapan? Capek!" Kata Pak Kenneth semalam di Paragon Hotel.
Aku diam mikir lama. Walau entah apa yang lagi dipikir, jam 2 malam!! Janjian ketemu jam 9 molor jam 11, ya gini nasib meetingnya.
"Maksud Bapak?" Akhirnya tanyaku.
"Aku punya barang, ada A, B, C, D, E, ..., saat ini, dan akan banyak barang lain datang. Aku mau buat Kecrical jadi onlineshop, lu mau kerjain? Bisnis akan develop, kita tinggal jelas didepan, lu mau hitung-hitungannya bagaimana?"
"Kalo hitung-hitungan saya ga mikir, saya percaya Pak Ken fair, kita dah kenal dari 2007, jaman Dinar. Bapak aturlah, Bapak punya pabrik, Bapak impor, semua resiko Bapak yang tanggung, jadi Bapak atur saja"
"Lha kamu mintanya berapa? Dari omset atau keuntungan?"
"Yea Pak, mana saya tau untung berapa, omset berapa"
mesin uang
Akhirnya kita 'debat' masalah mau kasi untung aku berapa. Pak Ken itu orangnya baik, dan terlalu sering bantu aku. lagian resiko juga bukan diaku. Jadi mana tega aku atur-atur. Pokok niatku bantu. Kesimpulan sementara 20% dari omset. Dan direvisi dengan kondisi yang ada nantinya.
"Jadi orang Bapak yang urus terima order dan kirim barang, bukan orang saya?"
"Terserah kamu, tapi better dari saya, ga ribet dikamu"
"Database bapak yang punya?" [ini yang paling penting dari all business network]
"Iya, itu database bisa kita kembangkan"
"Gini Pak, intinya saya percaya Bapak, tapi saya ga tau sistem kontrol Bapak terhadap orang-orang Bapak [intinya belum percaya sama timnya beliau karena belum kenal], memungkinkan tidak mereka melakukan transaksi diluar sepengetahuan Bapak?"
"Tidak mungkin, sistem kontrol kan dari barang" Jawab Beliau.
"Memungkinkan tidak orang-orang Bapak impor barang sendiri dan jual ke database Bapak"
"Ga mungkin, saya tau..."
"Bukan tipikal seperti itu?"
"Ya!"
"Ok, saya percaya Bapak, jadi tugas saya edit ulang jadi online shop yang bertujuan jual retail dan keagenan di seluruh Indonesia dan datangkan traffic buat itu?"
"Ya"
Kami berbicara lagi masalah teknis dan lain sebagainya, sampai...
"Budget saya awal 5 jutaan Pak, selanjutnya 3,5juta sebulan, Bapak bisa hitung, apakah keuntungan bagi nanti layak buat saya, traffic target 1000 dulu sehari ya?"
Bisnis itu banyak celah yang bisa ditelikung. Maka pintar-pintarlah cari partner bisnis. Ga semuanya harus kita kontrol sehingga waktu kita habis hanya buat kontrol. Kerja sama orang kepercayaan saja. Kerja sama orang yang punya kapasitas kontrol yang baik terhadap tim/ anak buahnya.

irama bisnis | sabar dan ikhlas | hati yang tulus

manajemen bisnis
Bisnis itu ada iramanya. Saat diam saat bergerak. Iramanya sabar dan tulus. Ga isa bangun imperium dalam semalam. Perlu step by step. Adaptasi dan pembelajaran. 'Baca' market dan menyiapkan solusi kebutuhannya.

Saat awal aku kembangkan bisnis Tahitian Noni, kucoba satu persatu cara dagang. Mulai dari cetak brosur dan titipkan sama loper koran. Dibantu adikku dengan menyelipkannya dimobil-mobil yang lagi parkir di RS. Cara tambahan datang ke acara arisan keluarga, ibu-ibu, dan minta waktu 15 menit untuk menjelaskan.

Cara lain : buat website dan promosikan. Ada keyword per penyakit ada yang per kota. Beberapa jenis konsumen ada yang lebih percaya pada mantan pasien, ada jenis yang lebih percaya pada warga 1 kota. That's why blogku banyak, buat mengakomodasi berbagai keinginan' dan jenis konsumen.

sabar dan ikhlas
Bisnis iramanya sederhana : sabar dan tulus untuk membantu sesama. Coba satu strategi dan sabar lihat hasilnya, satu persatu dicoba sampai menemukan strategi terbaik. Jika sudah ketemu, fokuskan energi kesana, delegasikan caranya ke all member. Tulus bertujuan meningkatkan kualitas hidup sesama/ konsumen. Uang akan berduyun-duyun datang sendiri.

hati yang tulus :-) 

padahal | sajak si mei

padahal hujan, cinta yang menggebu,
pagi ini kumenemukan hatiku memilihmu
pagi ini bergelimang kamu dibenak dan ranjangku, sempurna
padahal awan, kerinduan yang mencaci maki dengan telaknya
perjalanan ini membawaku memihakmu
jalanan ini bertebaran warna2 yang biasa kau senandungkan, hidup
fang, bagaimana aku harus mengatakan ini padamu?
setiap sel tubuh ini membicarakanmu
membicarakan kemungkinan2 dan harapan
memperihalkan indahmu
fang, bagaimana aku harus jujur padamu?
diantara belum saling mengenalnya kita ini..
aku menginginkanmu
kurasa pikir bijak cukup satu kamu

inspired from mei fang

fb 12 nov 2010

>> JADI !! | posisi menantang >>

menyajak hujan, menggemuruh laut
serindu-rindunya angin, aku
"jadi!"
aku katakan "jadi!" pada badai
saat menantangku
ini dunia tempatku berkumandang

fb 6 november 2010