Jujur ini, "Aku tahu, dalam keadaan tertentu, bersyukur itu susah namun jika kamu tidak [berusaha] untuk bersyukur, maka keadaan akan tambah susah. Hanya dengan bersyukur, Allah menjamin bertambahnya nikmat-nikmat kita. Jadi jangan mengeluh, protes, apalagi demo sama hidup. Bersyukurlah, cuma itu yang kita punya untuk membalik keadaan menjadi lebih baik. Salam :)"
Tulisan diatas aku tulis 13 Mei 2010, jam 23.30 | Udah lama, tapi berat juga komitmennya. Sering 'lupa', dan mengeluh lagi. Semoga sambil menulis ini juga semakin mengingatkanku sendiri.
Sering kuberpapasan dengan orang-orang yang sangat lancar hidupnya, walau sholatnya lubang-lubang, puasanya entah, tabiatnya ga jelas, ndengkurnya keras, kisaran gitulah. Tapi hidupnya lancar banget, ga kaya aku. Meriang-meriang penuh terjal :(
Diprotes juga ga mungkin protes sama yang Maha Punya Hidup, ya PDKT aja. Ikhlas aku perihal mereka-mereka yang dimudahkan.
Coba sholat lengkap, plus sunnah, plus sedekah, plus wirid an, hasil masi melempem. Menyedihkan. Semakin berdoa rasanya semakin menjauh. Semakin ngedrumel hati ini, dan banyak mempertanyakan, misal :
"Tuhan, katanya kalo baca doa ini, rejeki dilancarkan, katanya kalo sedekah bisa gini gitu, kalo nambah sholat dan wirid ini, bisa ...""Tuhan, katanya kalo kita mendekat pada Engkau, Engkau bakalan mendekat padaku dengan lebih cepat, dimana Engkau? Kok ga ketemu-ketemu?"
Semakin banyak mempertanyakan semakin terpuruklah hidup, kalo ga tanya dibilang cuek :(
Sampai someday nemu dan memperhatikan. Ternyata mereka-mereka yang dilancarkan hidupnya itu yang hobbynya bersyukur dan sudah terjebak pada lingkaran surga. Mereka selalu melihat sisi indahnya saja dari setiap kejadian. Sunatullahnya, orang bersyukur itu bejibun rejekinya. Maka terbentuklah lingkaran surga. Walau ga alim-alim banget, ga bener-bener banget aktifitas agamanya. Coba perhatikan :D
Disini bukan aku ngajarin untuk ngurangin ibadah lho.
Jadi sekarang ku belajar membina hati baru. Misal kalo aku tambah-tambah sunnah, ya mikirnya bukan karena minta-minta, malah bersyukur dikasi kesempatan untuk sholat sunnah sama Gusti Allah. Banyak orang-orang diluar sana yang ga sempat melakukannya, termasuk sewajib-wajibnya.
Kalo dzikiran malem, ya bukan karena maksa minta A minta B minta C. Malah disyukuri dikasi kesempatan berdua-duaan sama gusti Allah, curhat-curhatan gitu.
Ga ada maksud apa-apa. Semoga bisa menginspirasi dan saling mengingatkan dan memperbaiki. Karena setelah banyak kusampaikan secara offline, banyak juga yang sepertiku. Hihihi :D
4 comments:
ketika kita selalu merasa kurang, di saat itulah justru menjadi orang yang paling miskin
betul skli kang yohan, sy jg ga bs komen panjang2, sperti yg tertulis sllu BERSYUKUR saja dng apa yg sdh kita dapatkan , insylaah Allah akan sllu menyukai orang yg sperti itu, amin :)
Tulisan yang ruaarr biasa, merasa tercerahkan jadinya.
Salam kenal dari Sudut Kota :)
gw terharu membacanya
hahhahaha
thx ya, semoga allah mengabulkan doa2 muliamu, sukses selalu ya bro
bro apa beda ambisius ama bersyukur??? buat artikelnya dong
klo gak keberatan jawabannya kirim ke email gw juga ya gwbuawl@gmail.com
thx salam kenal saudaraku
Poskan Komentar