seperti rencana ribuan musim lainnya,
kita bersenggama dengan waktu,
dengan peluh saat kita bercinta,
dengan hujan,
dengan angin,
gunung yang angkuh,
tonggak2 saat menghempaskan,
diawali dengan ketakjuban,
diakhiri dengan ketakjuban yang melebihkan.
menelaah jenis2 hujan saat kita berasyik masyuk dipepohonan basah,
antara ilalang,
waktu2 yang pedih tertebus,
bagaimana kehidupan menjaga putra putri adam hawa berjingkat lalu memiringkan posisinya.
jenis2nya mengajarimu dalam berbagai posisi bahkan saat menanggulangi kemarau.
jadi sbenar saat kau tua nanti bukan perihal posisi ya sjujurnya sesungguhnya ketulusan hatimu itu yang membaca dan mengiyakan bahwa kmudian menginspirasi posisi2, menelaahnya dengan warna warni, jadi indah, jadi semesta.
jadi diskusikanlah denganku wahai perempuan, bahwa yang kutuliskan pada dinding muram yang kuindahkan kan selalu menjadi nyata, menjadi berpihak kepadaku.
kekuatan terbesar ada padaku dan akulah kekuatan besar itu dibawah Tuhanku.
jadi saat kita berlarian dibawah hujan lalu berpeluk dan belajar menelanjangi satu dengan yang lainnya, sungguh aku berbicara perihal kini esok ato selamanya, aku milikmu dan demikian juga sebaliknya kau milikku.
tanpa ampun
fb 5 november 2010 - 10 desember 2010
kita bersenggama dengan waktu,
dengan peluh saat kita bercinta,
dengan hujan,
dengan angin,
gunung yang angkuh,
tonggak2 saat menghempaskan,
diawali dengan ketakjuban,
diakhiri dengan ketakjuban yang melebihkan.
menelaah jenis2 hujan saat kita berasyik masyuk dipepohonan basah,
antara ilalang,
waktu2 yang pedih tertebus,
bagaimana kehidupan menjaga putra putri adam hawa berjingkat lalu memiringkan posisinya.
jenis2nya mengajarimu dalam berbagai posisi bahkan saat menanggulangi kemarau.
jadi sbenar saat kau tua nanti bukan perihal posisi ya sjujurnya sesungguhnya ketulusan hatimu itu yang membaca dan mengiyakan bahwa kmudian menginspirasi posisi2, menelaahnya dengan warna warni, jadi indah, jadi semesta.
jadi diskusikanlah denganku wahai perempuan, bahwa yang kutuliskan pada dinding muram yang kuindahkan kan selalu menjadi nyata, menjadi berpihak kepadaku.
kekuatan terbesar ada padaku dan akulah kekuatan besar itu dibawah Tuhanku.
jadi saat kita berlarian dibawah hujan lalu berpeluk dan belajar menelanjangi satu dengan yang lainnya, sungguh aku berbicara perihal kini esok ato selamanya, aku milikmu dan demikian juga sebaliknya kau milikku.
tanpa ampun
fb 5 november 2010 - 10 desember 2010
0 comments:
Poskan Komentar