teori komunikasiSebenarnya terinspirasi dari kejadian kemaren. Saat menyampaikan 'suara hati' pada pujaan hati, dengan bahasa sajakku. Ternyata dianya 'ora mudheng'. Nangkep lain. Seindah apapun bahasamu jika tidak mudah dipahami, tersesatlah jalanmu, hehehe. Bisa berbalik 180 derajad dari tujuanmu.
Pahami dulu bahasa sehari-hari konsumenmu. Sudah terlalu banyak iklan dan jualan-jualan lain yang dijejalkan ke kepala mereka tanpa ampun. Salah jika masih nekad 'bersastra ria' pada mereka. Seperti 'bahasaku'.
Biasanya lain kapasitas market, bahasanya beda.
kata hand phone dan mobile phone tujuan sama negara beda. kalo pake keyword tersebut buat iklan di negara yang biasa pake kata mobile phone sedang anada nembak kata handphone, alakazam, salah sasaran lah
so, better riset dulu ;-)
3 comments:
Kita menggunakan bahasa komunikasi bukan marketing. Itu yang cocok kepada para klien kita.
sebaik baik bahasa adalah bahasa yang mudah dipahami orang lain...
hehehe bener mas bahasa yang mau disajikan harus sesuai dengan kapasitas ilmu para konsumen biar apa yang mau disampaikan bisa mengena ^^
makasiih
Poskan Komentar