menulis disaat gamangku | kualitas pertanyaanku menentukan kualitas masa depanku

cara menulis
Aku menulis ini saat gamang. Emang semua pejuang ga pernah gamang?
Aku menulis ini saat ragu. Emang semua pebangkit ga pernah ragu?

Aku sering ketakutan. Merinding. Luruh. Tapi kupastikan takkan lama.
Jantung seperti menggumpal, gemeretak gitu.
Ribuan kali jatuh, jutaan kali kecewa. Tapi apa aku berhenti?

Teman, semua pebangkit-pebangkit, semua Hero, semua pendekar makmur orang-orang terbaik yang sukses sekarang pernah melewati jalan yang sama denganku. So?

Aku menulis saat ini untuk kubaca saat nanti. Bahwa aku pernah disini, dengan kegamangan ini, dengan keraguan ini. Dengan pertanyaan-pertanyaan ini. Pertanyaan yang membawaku pada kesuksesan.

belajar menulis
Kualitas pertanyaanku menentukan kualitas masa depanku.
Pertanyaan jadi muncul karena kualitas tujuanku.
Jadi ingat dulu punya tujuan, tujuan yang gegap gempita. 10000 member Tahitian Noni, USD 1 Juta dalam 2 tahun, Around The World. Jadi inget dulu pernah tulis : "Orang putus asa seperti batu, dibuang juga gapapa." Ada manfaatnya juga kita tulis-tulis something daily history of our life.

Jadi terbakar karena membaca tulisan sendiri pada masa lalu. Hehhe


Bangkit bro,

3 comments:

yanti mengatakan...

Kata orang, salah satu ciri ilmuwan adalah peragu, selalu bertanya dan tidak pernah puas sampai menemukan jawaban.

Yohan Wibisono mengatakan...

Trims, motivate me

Rubiyanto mengatakan...

Ada apa gerangan sobat ....?