ketika gampang | aku bingung | saat ga ngerti mau ngapain

Bersama dengan waktu berjalan, bisnis berkembang, berinteraksi dengan lebih banyak orang dan kepentingan, potensi keberhasilan dan sebaliknya juga besar.

Ketika kita memiliki banyak kebutuhan [pribadi], kemudian dari bisnis yang kita harapkan belum mencapai seperti yang kita harapkan, dan hal ini terjadi berulang-ulang, maka kita mulai bertanya : "Ada apa dengan'mu'?"

Pertanyaan-pertanyaan ini mulai kita ajukan dan analisa pada 'urusan external'. Bisnis kita sendiri, marketing plan, strategi, SDM, dan lain sebagainya. Jika kita menemukan bahwa bukan dari sini sumber masalahnya, maka analisa dipindah ke 'urusan internal', misal pada :
  • Hubungan kita antar manusia
  • Hubungan kita dengan Tuhan
  • Kurang sedekah?
  • Ada utang tanggung jawab yang terbengkalai?
  • Kurang ibadah?
  • Ada salah pada keluarga?
  • Banyak lain.
Kemaren aku pergi kerumah S. Christian, seorang Katolik taat yang baru-baru setelah dewasa ini 'menemukan' Tuhannya. Dia baru percaya akan adanya Tuhan setelah jatuh cinta dan timbul rasa sayang terhadap seseorang. Berbagai benturan hidup dan bagaimana rasa cinta dan percaya keluarga yang membuatnya berhasil bertahan dan membalik keadaan.

Dia adalah teman khusus yang sering aku kunjungi saat jatuh untuk saling menguatkan. Isi dari pesan-pesannya semalam adalah :
  1. Tidak ada waktu, masa lalu masa datang, yang terpenting adalah saat ini, apa yang sedang kamu lakukan, apakah kamu sedang jalankan dengan kemampuan terbaikmu?
  2. Siapa yang kamu prioritaskan untuk berbagi, keluarga atau orang-orang tak mampu? Fokuskan pada lingkaran terdekatmu dulu, baru meluas.
  3. Kemampuanmu itu diatas rata-rata orang yang sedang ga dapat cobaan, kapasitas kita jauh lebih besar dibanding tantangan-tantangan yang kita lewati. Tuhan percaya kamu mampu maka dititipkan padamu.
  4. Berpikir bahagia dan mudah dulu, sisanya menyusul
  5. Ada kalanya memang kita harus luangkan waktu 2-3 jam untuk tidak berpikir tentang tantangan-tantangan itu, tidur, fresh dulu.
  6. Akui pada Tuhan bahwa kita salah, sama orang-orang yang kita pernah buat salah, akui jika kita gagal atau ga mampu, terima kenyataannya dengan ikhlas, Tuhan akan kasi jalan yang takkan pernah kau duga.
  7. Jalannya ALLAH pasti mudah, ga akan berbelit dan terbentur-bentur
  8. Berpikir dan berasa mudah dulu sebelum njalani, kan jalannya ALLAH. ALLAH memudahkan umatnya.
Semua ada awal ada akhir. Pasti ada akhir beban dan cobaan.

NB : Lepas dari keyakinan kami yang berbeda, terserah ALLAH bahwa 'penguat-penguat' itu dikirim sama ALLAH perantara siapa.

2 comments:

surihttp://www.blogger.com/img/blank.gif mengatakan...

salam kawan..
semoga kita selalu bersyukur atas nikmatnya

triizhttp://www.blogger.com/img/blank.gif mengatakan...

kunjungan balik mas...
nice blog,.

salam persahabatan ,-