cepat sembuh | sembuhkan hati | sembuhkan penyakit

Kanker Rahim
Aku dapat cerita ini dari Ibu Titah Rahayu, pemilik RumahKanker.com. Perihal pasien kanker diperut asal Bandung. Penanganan pertama, oleh sang dokter disarankan untuk operasi dan agar aman kanker ga muncul lagi, sekalian diangkat rahimnya. Operasi pertama berjalan lancar. Namun beberapa waktu kemudian kanker itu tumbuh lagi diperutnya.

Pengobatan Alternatif
Entah ngambeg dengan dokter yang pernah menangani, akhirnya sang pasien mencoba menggunakan media pengobatan lain. Akupuntur, jamu2an, obat2an herbal dan sejenis. Selang 7 bulan ternyata ga sembuh-sembuh dan makin parah. Maka ia kembali menemui dokter yang pernah mengoperasi dia dulu. Solusinya : operasi lagi.

Pada saat dibedah, ternyata kanker sudah merambat memenuhi isi perut. Dokter ga berani melanjutkan operasinya. Perut ditutup, dijahit ulang. Dan pasien dipersilahkan pulang.

Cara Berdoa
Pada saat seperti ini, manusia biasanya diam dan menunggu. Saat pasrah, manusia lebih punya waktu buat 'talk' ma Tuhannya. Karena sadar mau segera bertemu Tuhannya, sang pasien mulai mempersiapkan diri. Dia bicara dengan Tuhannya [ kira-kira begini ] :
"Tuhan, aku ini mau kembali padaMU, dan aku mau kembali padaMU dalam keadaan bersih, bagaimana caranya ya Tuhanku?"
Kemudian ia dapat ilham : MEMAAFKAN.

Memaafkan dan berusaha melupakan apa yang pernah terjadi merupakan 2 hal yang berbeda. Memaafkan merupakan kata kerja aktif. Maka ia mulai mendoakan orang-orang yang ia anggap pernah menyakitinya. Agar tertata baik, ia sampai buat catatan daftar orang-orang tersebut. Nama Ibunya sendiripun masuk dalam daftar karena ia pernah merasa diperlakukan berbeda dengan saudaranya yang lain. Kira-kira begini doanya :
"Tuhan, ampuni dia seperti Engkau mengampuni aku selama ini. Tuhan berikanlah ia kesehatan dan rejeki yang baik, dan seterusnya..."
Cepat Sembuh
Hebatnya, kondisi kesehatannya mulai membaik. Walau ia tak berani langsung memeriksakannya ke dokter. Selang 5 tahun kemudian, ia periksakan ternyata kankernya telah hilang. Sebersih hatinya kini, sebersih jiwa dan tubuhnya kini;)

Terima kasih banyak buat Ibu Titah atas ilmunya :)

0 comments: