Cara Melunasi HutangHutang harus dibayar, apapun alasannya. Daripada ditagih di akhirat. Isa ilang koleksi pahala kita digerus tagihan kewajiban-kewajiban didunia. Namanya bisnis, biasanya juga berurusan dengan perihal utang piutang.
Ada satu dua musibah dalam bisnisku yang pernah buat aku terpeleset hingga milyaran. Iya, milyaran. Keren, belum umur 30 [waktu itu], sudah kejebak dalem. Ga asyiknya, jaman kuliah dulu ga ada mata pelajaran : lolos dari jeratan hutang. Awalnya yang hanya ratusan juta, berkembang hingga milyaran karena salah pupuk, hehehehe.
Caraku melunasi hutang :
- Apapun alasannya, jika anda terjebak dalam lubang, 'berhenti menggali'. Jangan pinjam kanan untuk bayar kiri, apalagi pinjaman kedua berbunga. Hanya sesaat melegakan namun menjebak anda lebih dalam (dari Hendra).
- Selesaikan yang mengandung bunga/ cost paling besar. Jika perlu lakukan negosiasi tanpa bunga, daripada anda tidak mampu bayar (Oprah).
- Berunding dalam 1 tim/ keluarga, jangan ditanggung sendiri mumetnya.
- Jika hutang dengan teman, tidak selalu dibayar dengan uang, kadang bisa kita bayar dengan : pekerjaan. Aku pernah membayar hutangku dengan membelikan sebuah titik dalam Network Marketing dan mengisinya dengan banyak member/ pelanggan. Berarti anda membayar hutang anda dengan aset orang lain.
- Aku pernah minta jatuh tempo untuk tidak bayar dalam tenggat waktu tertentu. Misal tiap anda punya uang anda langsung gunakan untuk bayar, maka anda tidak punya cukup modal untuk memperbesar usaha. Perputaran anda akan kecil terus, dan semakin lama bayar hutangnya. Maka negolah, misal : "Bos, hutangku 10.000.000,- aku ga mampu bayar. Apalagi dengan sistem tiap ada uang harus bayar, aku butuh makan, keluargaku butuh makan, aku juga butuh modal untuk memperbesar dan mempercepat pelunasan utangku. Maka, aku ga akan bayar sekarang. Aku mau bayar 6 bulan lagi, tapi 12 juta. Kalo mau, oke, kalo ga mau, aku ga mampu. Ok?" (dari Kenneth)
- Doa yang banyak. Jika anda Muslim, baca doa ajaran Rasulullah ini sesering mungkin : “Allahuma inni ‘audzubika minal hammi wal hazan, Allahuma inni audzubika minal ajzi wal kasal, Allahuma inni audzubika minal jubn wal bukhl, Allahuma inni audzubika ghalabati daini wa qohrirrijal” [artinya : Wahai Allah aku berlindung kepada-Mu dari kegundahan dan kesedihan, dari rasa lemah dan kemalasan, dari kebakhilan dan dan sifat pengecut, dan dari beban hutang dan tekanan orang-orang jahat] (Buku dan Ustad Hariyono Cheng Ho).
Ada Pertanyaan?
0 comments:
Poskan Komentar